Pendidikan & Kesehatan

Soal PPDB Zonasi, Dispendik Gresik Cermati Surat Domisli

Gresik (beritajatim.com) – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu mengacu Permendikbud, tahun ini daerah bisa menyesuaikan kondisi masing-masing. Terutama soal pembaguan setiap jalur.

“Tahun ini, untuk jalur zonasi diplot 50 persen dari pagu. Kemudian afirmasi 15 persen, prestasi 30 persen, serta perpindahan 5 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Mahin, Rabu (3/06/2020).

Soal surat domisili terkait PPDB, Mahin mengaku pihaknya sudah membuat surat ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta camat untuk menyampaikan ke kepala desa. Tujuannya, kalau surat domisili tidak sesuai aturan, pasti ketahuan.

“Kita lewat uji publik di website. Kalau memang tidak penduduk situ akan kami batalkan. Kemudian juga kami lihat riwayat sekolah asalnya juga untuk acuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk surat domisili, itu syarat pengurusannya yakni yang bersangkutan sudah tinggal minimal 1 tahun.

“Untuk warga luar kota yang masuk zonasi karena perbatasan, hanya kami beri kuota 2 persen dari pagu,” imbuhnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad mengatakan, Dispendik perlu menambahkan dalam juknis itu terkait kondisi di lapangan. Terutama soal pembagian presentase jalur masuk. Karena kondisi di desa dan kota sangat berbeda.

“Tolong diolah lagi juknisnya. Jangan sampai nanti ada siswa yang tidak mau sekolah karena tidak mendapat sekolahan akibat penerapan zonasi,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar