Pendidikan & Kesehatan

Soal Pembukaan Sekolah, DPRD Surabaya Minta Dispendik Bijak

Simulasi Sekolah era New Normal di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, berencana akan memulai sistem belajar di sekolah, bagi para siswa SMP. Menanggapi hal itu, DPRD Kota Surabaya ingin adanya perhatian yang lebih, sebelum dilakukan penerapan.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan bahwa dirinya telah mendengar Pemkot Surabaya tersebut, berencana untuk membahasnya dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya.

“Jadi rencana itu kan sudah digodok. Kami ada rencana rapat dengan Disdik Surabaya untuk membahas itu. Mengingat banyak sekali masukkan dan juga kritik dari masyarakat, harus disiapkan inovasi yang lain,” kata Khusnul.

Sebelum diterapkan, kata Khusnul, ia ingin agar Pemkot Surabaya harus memperhatikan beberapa aspek. Yakni seperti hasil kajian dari para pakar epidemiolog, mengingat pandemi Covid-19 ini telah mempengaruhi seluruh sektor.

“Hanya saja, kalau saya bisa memberi catatan, rencana pembukaan sekolah itu, ada baiknya dikaji betul dan kemudian mempertimbangkan beberapa aspek, seperti aspek kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, menurut Khusnul, kesiapan infrastruktur protokol kesehatan di setiap sekolah juga perlu diperhatikan. Sebab hal tersebut, juga memiliki andil dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Maka kami minta pada Disdik untuk memastikan betul kesiapan itu, kesiapan infrastruktur itu seperti cuci tangan, hand sanitaizer, thermo gun. Bagaimana lingkungan sekolah itu menjadi lingkungan yang aman, dan tidak menjadi klaster baru,” ucapnya.

Khusnul juga mengungkapkan, bahwa memastikan kondisi kesehatan seluruh warga sekolah juga tak kalah penting. Contohnya seperti melakukan pengecekkan kesehatan kepada para guru, sebelum mulai mengajar muridnya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

“Ada baiknya guru di-rapid test dan swab juga. Harus diberlakukan itu. Dan alhamdulillah sudah direspon kan kemarin. Sudah dilakukan rapid test dan swab kepada guru-guru. Ada sekitar 65an guru yang mengikuti pada tahap awal,” kata dia.

Terakhir, lanjut Khusnul, dirinya berharap agar Pemkot Surabaya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Agar tercapainya konsep pendidikan seperti yang diinginkan

“Saya kira, ada yang jauh tidak kalah penting, Disdik Surabaya seharusnya melakukan koordinasi dengan Kemendikbud, sehingga ada semangat yang sama, karena kita tahu pandemi Covid-19 ini kan juga menjadi bencana nasional,” tutupnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya, Sudarminto mengatakan, sebelum PBM di sekolah diputuskan, masing-masing sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project itu menyerahkan SOP (Standar Operasional Prosedur) protokol kesehatan.

Selanjutnya, tim dari Dispendik melakukan monitoring kesiapan di lapangan dan dilanjutkan dengan simulasi protokol kesehatan. “Simulasi itu memberikan gambaran ketika anak (peserta didik) mulai masuk ke sekolah, proses pembelajaran di sekolah, hingga pulang ke rumah,” kata Sudarminto saat ditemui di sela kegiatan simulasi PBM di SMPN 15 Surabaya.

Sudarminto pun menjelaskan gambaran simulasi protokol kesehatan di sekolah. Pertama, sebelum masuk gerbang sekolah peserta didik wajib di-cek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Kemudian, mereka diarahkan petugas untuk cuci tangan dengan sabun dan masuk antrean ke bilik disinfektan.

“Sebelum anak-anak mengikuti action materi pelajaran itu sendiri, maka yang dilakukan guru adalah mengingatkan protokol kesehatan terlebih dahulu baru dilakukan pembelajaran,” katanya.

Menurutnya, SOP protokol kesehatan tak hanya diterapkan saat peserta didik mengikuti PBM di kelas. SOP juga telah dirancang ketika peserta didik ingin ke toilet atau melakukan aktivitas lain. “Bahkan ketika mereka peserta didik pulang sekolah juga di SOP kan,” terangnya.

Selain itu, Sudarminto menyebut, ketika PBM di sekolah itu berjalan, kapasitas jumlah peserta didik setiap kelas beserta jam pelajaran juga dikurangi. Terlebih lagi, pihaknya juga mengimbau pihak sekolah agar mengutamakan mata pelajaran yang dinilai esensial. (ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar