Pendidikan & Kesehatan

Soal Pembelajaran Tatap Muka, Aktivis 98 Ingatkan Pemerintah

Mantan aktivis 98, Chalid Tualeka

Jombang (beritajatim.com) – Meski pemerintah pusat, melalui empat menterinya sudah membolehkan pembelajaran tatap muka di tahun 2021, namun keputusan tersebut masih menimbulkan pro dan kontra di berbagai elemen masyarakat.

Respon itu salah satunya datang dari mantan Aktivis 98, Chalid Tualeka. “Kami menolak dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di 2021,” kata deklarator Barikade 98 ini saat berada di Jombang, Jumat (18/12/2020). Barikade 98 merupakan kumpulan aktivis era reformasi.

Chalid kemudian membeberkan alasan pembelajaran tatap muka belum waktunya dilakukan pada 2021. Yakni, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Jombang bahkan di Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu, tidak ada kepastian penjaminan keselamatan bagi siswa dan tenaga pendidik dari pemerintah.

“Kami sebagai orangtua tentunya merindukan pembelajaran tatap muka. Namun, dengan kondisi saat ini saya menolak dibukanya pembelajaran tatap muka. Ini mengingat kondisi masih darurat Covid-19. Jumlah yang terkonfirmasi positif Covid terus melonjak. Sudah begitu, tidak adanya jaminan untuk keselamatan dari pemerintah terkait hal ini,” ungkap aktivis 98 asal Jombang ini.

Alumnus Fisipol Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang kembali menegaskan bahwa untuk sementara waktu pembelajaran tatap muka ditunda terlebih dahulu. “Sembari menunggu datangnya vaksin Covid-19 dan didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Chalid juga menyarankan agar pemerintah membentuk Tim Satgas Nasional secara independen untuk mengawal dan mengawasi proses distrubusi vaksin Covid-19. “Maka dalam hal ini pemerintah harus membentuk Tim Satgas Nasional secara independen guna mengawal dan mengawasi proses pendistribusian vaksin,” pungkasnya. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar