Pendidikan & Kesehatan

Soal Donor Plasma Darah Buruh Sampoerna, Ini Kata Akademisi UNAIR

Virus Corona Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR Laura Novika mengungkapkan jika terbuka kemungkinan para Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Klaster Sampoerna diminta untuk mendonorkan plasma darah mereka. Meski demikian, menurutnya, perlu ada penelitian lebih lanjut yang harus dilakukan.

“Pertama, harus jelas dulu apakah OTG ini benar-benar kebal terhadap virus Covid-19 itu. Ini harus dibuktikan dengan PCR Test. Tidak cukup dengan rapid test saja. Jangan-jangan, para OTG ini justru di tubuhnya tidak ada virus Covid-19,” kata Laura, Jumat (8/7/2020).

“Jika memang ditubuh para OTG ini ada virus Covid-19, dan tubuh mereka membuat antibodi secara alami, maka itu memungkinkan bagi mereka diminta donor plasma darah. Karena kan donor plasma darah ini fungsinya adalah membuat tubuh dari penerima donor untuk memunculkan antibodi terhadap virus itu sendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Laura menjelaskan jika proses penelitian terkait donor plasma darah saat ini masih terus dilakukan. “Kalau di Indonesia ini kan masih terus dilakukan oleh PMI. Jadi biar proses penelitiannya berjalan terlebih dahulu,” ujarnya.

Di sisi lain,  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya memastikan pihaknya siap untuk melakukan donor plasma darah. Peralatan untuk pengambilan sampel sebagai materi vaksin Covid-19 pun sudah tersedia.

Saat ini, mereka masih menunggu protap dari PMI Pusat sebagai acuan dalam mengambil plasma darah dari calon pendonor.

Kepala PMI Surabaya, Budi Arifah menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan plasma darah dari calon pendonor.

Diantaranya, calon pendonor adalah mereka yang pernah dinyatakan positif Covid-19. Namun, sudah dinyatakan sembuh.”Itu dipastikan dari dua kali hasil tes swab PCR dan hasilnya negatif,” katanya saat dikonfirmasi.

Selain itu, calon pendonor yang bisa mendonorkan plasma darah lebih diutamakan pria. Sedangkan untuk wanita yang pernah melahirkan disarankan untuk tidak mendonorkan plasma darahnya.

“Karena wanita yang pernah melahirkan, imun tubuhnya tidak sekuat Pria. Sehingga lebih diutamakan calon pendonor pria,” terang wanita berjilbab ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyarankan agar para buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna yang terindikasi positif Covid-19, namun berasal dari OTG untuk mendonorkan plasma darahnya.

Itu dikatakan Whisnu sebagai serum anti Covid-19. Selain itu langkah donor plasma darah juga sebagai salah satu cara memutus rantai virus.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar