Pendidikan & Kesehatan

SNMPTN Unair Terima 103 Persen Maba

Rektor Unair Prof Muh Nasih

Surabaya (beritajatim.com) – Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dibuka, tentunya banyak siswa yang akhirnya diterima di PTN/PTS impian masing masing. Begitu pula Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang tahun ini menerima 103 persen mahasiswa dari jumlah seluruh daya tampung yang disediakan untuk jalur SNMPTN.

Dipaparkan oleh Rektor Unair Prof Muh Nasih bahwa Unair tahun 2020 menerima sebanyak 1.492 mahasiswa baru.  Angka tersebut terhitung lebih banyak dari pada daya tampung SNMPTN yang disediakan sebelumnya yakni 1.446. Prof Nasih mengatakan, total siswa yang melakukan pendaftaran di Unair sejumlah 20.225, dan yang diterima dan lolos seleksi sejumlah 1.492 peserta.

“Di antara 1.492 peserta yang diterima, 304 di antaranya adalah pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dengan begitu, tingkat keketatan di Unair hanya 7,38 untuk semua prodi,” ungkap Prof Nasih, Kamis (9/4/2020).

Prof Nasih juga menambahkan bahwa majelis rektor telah menyepakati bahwa proses daftar ulang dan verifikasi dilakukan secara online. Sehingga, bagi peserta yang dinyatakan diterima, harap untuk melihat informasi di web Unair di sini berkaitan dengan kapan pelaksanaan daftar ulang dan verifikasi.

“Mohon agar peserta yang sudah dinyatakan lolos, bisa mempersiapkan syarat-syarat pendaftaran ulang. Segera isi biodata pada 9-15 April 2020. Proses lainnya akan diumumkan kemudian,” sambungnya.

Mengingat kondisi saat ini tidak stabil dan terjadi banyak kemacetan ekonomi, Ia juga menghimbau agar peserta yang dinyatakan lolos dan mengalami kesulitan fisik maupun finansial, untuk segera berkomunikasi dengan Unair.

“Jangan menggunakan kendala finansial sebagai alasan untuk tidak melakukan pendaftaran ulang. Komunikasi dengan kami menjadi sangat penting, sebab daftar ulang bisa dilakukan meskipun belum melakukan pembayaran,” tegasnya.

“Untuk pelaksanaan UTBK masih menggunakan jadwal tentatif. Mudah-mudahan kondisi ke depan memungkiri untuk pelaksanaan UTBK. Jika terpaksa tidak bisa dilaksanakan UTBK karena wabah Covid-19 belum usai, maka kami akan menyesuaikan dengan melakukan penjadwakan ulang,” tambahnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar