Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

SMP di Kota Malang Wajib Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana.

Malang (beritajatim.com) – Aplikasi peduli lindungi kini bakal diterapkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Siswa sebelum masuk sekolah wajib melakukan scan QR-Code sebelum memulia kegiatan pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana mengatakan, aplikasi ini diterapkan agar proses pembelajaran tatap muka tetap berlangsung aman dan lancar. Menurutnya, penggunaan aplikasi ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Kalau sudah 100 persen vaksinasi, nanti diterapkan Peduli Lindungi. Insyaallah akan kami terapkan itu. Tentu kita mengajukan dulu, baru kita terapkan. Proses pengajuannya cepat kok,” kata Suwarjana.

Suwarjana mengatakan, alasan penggunaan aplikasi peduli lindungi di SMP karena siswa SMP sudah membawa handphone. Sehingga, dalam proses penerapannya begitu mudah. Sedangkan bagi siswa Sekolah Dasar penggunaan aplikasi ini belum memungkinkan.

“Nanti minimal di SMP akan kami terapkan aplikasi PeduliLindungi. Karena kalau siswa SMP kan sudah bawa ponsel, kalau siswa SD kan belum. Jadi untuk siswa SMP itu nanti akan kami terapkan aplikasi PeduliLindungi,” ujar Suwarjana.

Selain itu, capaian vaksinasi pelajar di Kota Malang telah mencapai 99 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 60 persen. Dia meminta semua siswa dan tenaga pengajar senatiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Jangan sampai kita lengah, tetap semua harus pakai prokes. Kemudian jangan sampai berhenti menerapkan prokes,” tandasnya. (kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar