Pendidikan & Kesehatan

SMKN 1 Dlanggu di Mojokerto Uji Coba Pembelajaran Secara Tatap Muka

Para siswa SMKN 1 Dlanggu di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto sudah bisa masuk sekolah. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Salah satu sekolah yang mengikuti uji coba pembelajaran secara tatap muka di Kabupaten Mojokerto yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dlanggu. Proses pembelajaran di sekolah yang berada di Kecamatan hanya diikuti sebanyak 25 persen siswa saja.

Dimana para siswa yang masuk dibatasi hanya 25 persen saja setiap harinya dari total siswa sebanyak 1.512 siswa. Selain itu, para siswa-siswi yang mengikuti uji coba pembelajaran secara tatap muka yang mulai dilakukan pada, Selasa (18/8/2020) kemarin dibatasi hanya 3,5 jam.

Kepala SMKN 1 Dlanggu, Muharto mengatakan, sebelum dimulainya uji coba pembelajaran secara tatap muka, pihaknya sudah mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan baik untuk para siswa maupun dewan guru. Ini lantaran menjadi syarat utama selain izin dari para wali murid untuk bisa mengelar uji coba pembelajaran secara tatap muka.

“Dari semua siswa hanya 25 persen yang diikutkan dalam uji coba pembelajaran secara tatap muka, itupun harus mendapat persetujuan dari para orang tua wali murid. Siswa sendiri kita bagi dalam jadwal piket, jadwal piket ini nantinya disiapkan oleh wali kelas,” ungkapnya, Rabu (19/8/2020).

Pihak sekolah melakukan pengawasan dengan melakukan piket secara mandiri dan sejumlah siswa pun diikutsertakan ke dalam tim pengawasan tersebut. Yakni sebanyak lima siswa membersihkan ruangan dan pembelajaran hanya 3,5 jam. Selain itu selama belajar mengajar berlangsung, siswa juga diatur jaraknya, minimal satu meter.

“Para dewan guru diwajibkan memakai masker dan face shiel selama mengajar dan para pengajar tidak harus berkeliling atau berdekatan dengan siswa. Setiap bangku, saya kasih nomor dengan sistem ganjil genap. Jadi satu bangku satu siswa, hari ini yang masuk nomer ganjil,” tuturnya.

Di Kabupaten Mojokerto yang ditunjuk sebagai pilot project uji coba pembelajaran secara tatap muka ada tiga sekolah. Yakni SMKN 1 Dlanggu di Kecamatan Trawas, Sekolah Menengah Atas (SMA) Diponegoro di Kecamatan Gondang dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Seduri di Kecamatan Mojosari. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar