Pendidikan & Kesehatan

SMK Telkom Sidoarjo Serius Siapkan Lulusan dengan Menggelar Kerjasama dengan 15 Industri Digital

Kepala SMK Telkom Sidoarjo Rahmat Dwi Djatmiko Jumat (19/2/2021).

Sidoarjo (beritajatim.com) – SMK Telkom Sidoarjo Jalan Raya Pecantingan, Sekardangan Kabupaten Sidoarjo berkerjasama dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Sinkronisasi Kurikulum SMK untuk Kebutuhan Industri Era Digital.

Selain meningkatkan relevansi SMK dengan kebutuhan dunia industri dan kerja, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyukseskan program Link and Match yang merupakan kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

“SMK Telkom Sidoarjo ingin mempersiapkan lulusan pertama agar dapat diserap IDUKA dengan menyesuaikan kompetensi hard skill dan soft skill yang dibutuhkan oleh IDUKA,” ucap Kepala SMK Telkom Sidoarjo Rahmat Dwi Djatmiko Jumat (19/2/2021).

Pengembangan kurikulum SMK akan lebih optimal bila kerjasama baik bisa dijalin antara sekolah dengan IDUKA yang relevan dengan kompetensi keahlian.

Perwakilan dari Yayasan Pendidikan Telkom, Andi Joko mengungkapkan melalui kegiatan FGD ini, SMK Telkom Sidoarjo dapat menyusun kurikulum sesuai yang industri inginkan.

“Bahkan mungkin tidak hanya hard skill dan soft skill, namun juga life skill. Mari Bersama-sama kita beri wadah anak-anak untuk memiliki pengalaman melalui program Teaching Factory, kesempatan magang ketika lulus, kelas industri, dan kegiatan sejenisnya,” tambahnya.

Forum FGD yang dilaksanakan secara online ini dihadiri oleh perwakilan dari Yayasan Pendidikan Telkom, perwakilan Dinas Pendidikan Sidoarjo, tim kurikulum serta tim hubin SMK Telkom Sidoarjo, dan lima belas IDUKA, antara lain: Sidoarjo Creative Forum, Floo id, IDN Times, PT Otak kanan, Komunitas Kampung Robot, Adaptive Sinergi Asia, Kawan Coding, PT Arda Tower Indonesia, Digiprener, Urban Delta, Anshalta Studio, dan PT Java Surya Teknik.

Saat kegiatan ini berlangsung, empat dari lima belas perwakilan IDUKA antusias untuk menjalin kerjasama yang dituliskan dengan jelas dalam MoU/Nota Kesepahaman. MoU/Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani secara daring.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, bahkan kami memiliki mimpi agar anak-anak tidak hanya bisa bekerja, namun mereka akan kami arahkan untuk menjadi seorang owner/founder. Dalam suatu kegiatan prakerin harus diimbangi dengan ilmu kewirausahaan,” kata Aulia, perwakilan dari PT Digiprener.

FGD yang berlangsung empat jam ini mendapat banyak respon positif. Salah satunya dari Abdul Kholis, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Kholis berharap mudah – mudahan SMK Telkom Sidoarjo bisa menjadi center of excellent, jadi sekolah kebanggaan. Lulusan SMK memang harus bisa langsung terserap, karena kemampuannya memenuhi apa yang industri butuhkan.(isa/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar