Pendidikan & Kesehatan

SMK Telkom Malang Ujicoba Sekolah Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan

Wakil Kepala Kurikulum SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang, Ifa Choirunnisa.

Malang (beritajatim.com) – SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang, melakukan ujicoba sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Tentu saja mereka menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Terutama tentang 3 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Wakil Kepala Kurikulum SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang, Ifa Choirunnisa mengatakan, sebelum memutuskan ujicoba tatap muka mereka terlebih dahulu membuat panduan soal protokol kesehatan. Panduan itu disebarkan ke hampir 1.500 siswa sekolah itu. Ujicoba ini diutamakan untuk siswa kelas 10 yang berdomisili di Malang Raya dan mendapat izin dari orangtua atau wali murid.

“Hanya siswa kelas 10 dan hanya yang berdomisili di Malang. Dari sekitar 1.500 siswa ada 90 siswa yang mendapat izin dari orangtua. Di mulai sejak hari ini, dan hanya untuk kegiatan praktik,” kata Ifa, Senin, (2/11/2020).

Ifa menuturkan dari total 90 siswa yang mendapat izin orangtua. Mereka akan masuk secara bergantian sesuai jadwal ujicoba sejak Senin, (2/11/2020) hingga Senin pekan depan. Jadwal ujicoba pun hanya untuk hari Senin hingga Kamis. Selebihnya siswa belajar daring di rumah.

Ujicoba sekolah tatap muka di SMK Telkom Shandy Putra, Kota Malang.

“Karena ada kriteriannya, kenapa kelas 10 karena mereka banyak yang belum kenal dengan sekolah. Mereka masuk hanya setengah hari atau satu sesi minimal 3 jam dan datang 1 kali saja selama satu periode ujicoba ini,” ujar Ifa.

Setelah masa ujicoba berakhir pada Senin pekan depan sekolah ini akan kembali ke pembelajaran daring sembari menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat. Dalam masa ujicoba ini, untuk siswa yang tidak dizinkan oleh orangtua atau tidak memenuhi kriteria mendapat pembelajaran melalui aplikasi Gmetrix untuk materi praktik. Dan situs Learning Management System (LMS) milik sekolahan untuk mata belajar umum.

“Kita siapkan Gmetrix aplikasi untuk kegiatan produktif sesuai kejuruhan mereka atau jurusan mereka. Ini yang membayarkan sekolah untuk siswa. Juga melalui LMS, bisa dilihat dan di akses siswa ada dimana dan sudah mengerjakan tugas atau belum,” tutur Ifa.

Salah satu siswi Kelas 10 TKJ 4 SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang, Intan Diah Rahmawati mengaku senang bisa kembali bersekolah dengan tatap muka meski hanya ujicoba. Dia mengaku selama sekolah daring dari rumah ada beberapa materi belajar yang kurang dipahami. Untuk itu, dia berharap sekolah segera kembali dengan metode tatap muka.

“Senang banget ketemu sama teman-teman meski harus jaga jarak dan cuma sebentar. Senang juga ketemu guru-guru. Kepingin sekali untuk sekolah tatap muka lagi meski sekarang cuma dapat kesempatan sekali di ujicoba ini,” tandas Intan. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar