Pendidikan & Kesehatan

SMK MUBA Pamekasan Pelopor Program ‘Sharp Class’ di Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mambaul Ulum Bata-Bata, menjadi lembaga pendidikan ke-20 di seluruh Indonesia, yang menjalin kerjasama bersama PT Sharp Electronic Indonesia melalui program ‘Sharp Class’.

Bahkan lembaga pendidikan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Palengaan. Sekaligus menjadi satu-satunya sekolah yang menggelar ‘Sharp Class’ di Pulau Garam, Madura.

Hal itu dibuktikan melalui kerjasama yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara perusahaan besar yang bergerak di bidang elektronik dengan SMK MUBA, Kamis (15/8/8/2019).

“Kerjasama ini merupakan kesempatan pertama bagi Sharp di Madura, sekaligus menjadi sekolah ke-20 yang menjalin kerjasama antara Sharp dengan lembaga pendidikan di Indonesia,” kata Customer Satisfaction Division General Manager PT Sharp Electronic Indonesia, Ronald R Huwae.

Hingga saat ini tercatat hampir 500 siswa tergabung dalam kelas Sharp Indonesia atau program ‘Sharp Class’ di seluruh Indonesia. “Orientasi dari program ini nantinya ada yang akan bergabung dengan Sharp, sebab saat ini tercatat sebanyak 65 orang yang bergabung dengan PT Sharp melalui program ini,” ungkapnya.

“Melalui penanda tanganan MoU ini, nantinya kami harapkan bisa menghasilkan kerjasama yang baik dan berkesinambungan. Dalam artian tidak putus disini dan anak-anak didik dalam program Sharp Class nantinya bisa bersaing,” sambung pria yang akrab disapa Ronald.

Apalagi kesepakatan dalam bentuk MoU antara perusahaan yang dipimpinnya dengan SMK MUBA, hanya berlaku selama dua bulan kedepan. “MoU ini akan berjalan selama dua bulan kedepan, tapi nanti akan ada program trial dan pelatihan praktik. Sehingga anak-anak (siswa Sharp Class) kelak memiliki dasar elektronik yang bisa digunakan,” jelasnya.

“Apakah nanti anak-anak bisa bekerja atau tidak (di PT Sharp), kesempatan dan peluang itu masih ada. Semestinya hal ini yang perlu dijadikan motivasi oleh anak-anak, sehingga mereka tidak hanya menunggu kesempatan dari Sharp semata,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar