Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo Gandeng Sektor Industri

Murid SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo melakukan praktik kerja laut tahun 2020 di Kapal Sea Safari Cruises Ops Tanjung Benoa

Sidoarjo (beritajatim.com) – SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo mempunyai dua bidang keahlian. Masing-masing bidang keahlian Kesehatan dengan kompetensi keahlian Asisten Keperawatan, Teknologi Laboratorium Medik, Farmasi Klinis dan Komunitas.

Sedangkan bidang keahlian kedua yaitu pelayaran dengan kompetensi keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Sekolah yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara 200, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo ini sudah banyak lulusannya diminati oleh industri.

 

Menyongsong revolusi industri 4.0, SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo menjalin kerja sama dengan banyak industri dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM lulusan, red) sesuai visi dan misi sekolah. Untuk itu, SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo banyak menjalin kerja sama, terutama dengan industri yang selaras dengan pengembangan kompetensi.

Dengan dukungan puluhan sampai ratusan industri, SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo bekerja sama mencakup kurikulum yang disusun bersama, pembelajaran berbasis project riil dari DUDI, pengajar expert dari DUDI, magang/praktik kerja industri, sertifikasi kompetensi, training pengajar oleh DUDI.

Riset terapan yang menghasilkan produk bagi masyarakat, komitmen serapan oleh DUDI serta beasiswa maupun bantuan lainnya dari DUDI sampai perekrutan pegawai. Sejumlah perusahaan pelayaran yang telah bekerja sama seperti PT Gerbang Samudera Sarana, PT Dharma Lautan Utama dan masih banyak lainnya.

Sedangkan beberapa industri bidang kesehatan seperti PT Erlimpex, PT Jaya Mas Medika (Onemed), PT Century, PT Pharos, Apotek Kimia Farma, Apotek K24, Larisa Aestetic Center merupakan perusahaan yang bekerja sama dan siap menyerap lulusan dari semua program keahlian.

Seperti Asisten Keperawatan, Farmasi Klinis dan Komunitas, dan Teknologi Laboratorium Medik dan Nautika Kapal Niaga/Pelayaran. Tidak hanya sampai bekerja sama dengan banyak industri, SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo juga menerapkan pembelajaran berbasis case study sehingga kompetensi yang dimiliki lulusannya lebih implementatif dengan kebutuhan DUDI.

Salah satu bentuk pembelajaran berbasis case study iala Teaching Factory. Fasilitas Teaching Factory dapat memberi materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar industri, untuk mempersiapkan siswa terjun ke dunia kerja dan menjadi tenaga kerja yang terampil.

Guna mendukung konsep pembelajaran berbasis industri, SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo menggandeng CV Green Life Tirta Sentosa yang bergerak dibidang minuman herbal untuk memberi pendampingan kepada peserta didik. Melalui pendampingan tersebut, pembelajaran akan diberi materi yang berkaitan dengan dunia industry.

“Program Teaching Factory saat ini merupakan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Tidak dapat disangsikan lagi, bahwa untuk menciptakan lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja sesuai tuntutan dunia kerja, maka pembelajaran berbasis dunia kerja menjadi solusi,” ungkap Kepala SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, Andri, Selasa (22/6/2021).

Dari program Teaching Factory ini lahir produk-produk buatan peserta didik sebagai bentuk pengembangan produk kreatif dan kewirausahaan Tidak hanya pengembangan produk kreatif dan kewirausahaan saja, sekolah juga menambah Tata Boga sebagai muatan lokal. Hal tersebut merupakan bentuk sekolah untuk mencipatkan atmosphere entrepreneur, suasana kewirausahaan di sekolah.

Sehingga ketika lulus peserta didik mempunyai bekal untuk terjun kemasyarakat dengan pengalaman sebagai entrepreneur di sekolah. Dalam rangka meningkatkan skill tambahan, sekolah juga bermitra dengan Lembaga Kampung Inggris Pare, Kimia Farma corporate university, sidoarjo training center dan banyak lagi Lembaga diklat lainnya.

“Kami melihat, kebutuhan SDM sekarang tidak hanya cukup dengan kompetensi inti saja, tapi harus disertai dengan kompetensi penunjang lainnya. Makanya kami selalu menekankan ke calon lulusan, jangan hanya bermodal ijazah dan sertifikat kompetensi saja untuk bersaing diluar sana, tapi harus punya sertifikat penunjang lainnya, baru kalian bisa menang,” katanya.

Apalagi di tengah pandemi seperti ini, maka tidak menjadi sebuah halangan dan tantang bagi guru-guru SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo. Maka tidak heran jika lulusannya sangat diminati oleh banyak industri. Apalagi untuk peserta didik yang berprestasi sekolah memberikan ikatan kerja. Hasilnya tahun ini pun lulusan program keahlian Nautika Kapal Niaga SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo.

Ada 28 anak dari 32 lulusan jurusan nautika yang saat ini sudah berangkat berlayar dengan wilayah operasi di seluruh Indonesia, mereka diminta oleh Tidak hanya di wilayah Indonesia saja, beberapa alumni bahkan ada yang sudah bekerja di kapal asing di Negara Brazil, Perancis, Uni Emirat Arab, Singapore, dan banyak negara lainnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar