Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Hari Gizi Nasional

SMK Kesehatan dan Sahabat Mustahiq Sejahtera Surabaya Berbagi Makanan Sehat

Surabaya (beritajatim.com) – Seyogyanya, pola hidup sehat tak sekadar memperbaiki gaya hidup yang baik. Namun, juga memperhatikan seluruh aspek dan kondisi kesehatan seseorang.

Selain kudu memperhatikan makanan dan minuman yang menyehatkan, publik juga wajib berolahraga. Pun dengan gaya hidup sehat sebagai penunjang. Mengingat, hidup sehat erat kaitannya dengan mengatur pola makanan dan kebutuhan gizi setiap individu.

Tak hanya itu, khalayak juga harus bisa memperhatikan kebutuhan gizi dengan seksama. Sebab, jumlah zat gizi minimal yang dibutuhkan oleh setiap individu harus terpenuhi.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kebutuhan gizi setiap orang ditentukan oleh beragam faktor. Mulai dari usia, jenis kelamin, berat badan, hingga tinggi badan.

Karena itu, salah satu tenaga pendidik SMK Kesehatan Surabaya, Amin bersama Yayasan Sahabat Mustahiq Sejahtera untuk memanfaatkan momen setahun sekali itu. Pada Selasa (25/1/2022) kemarin atau bertepatan dengan Hari Gizi dan Makanan nasional, mereka melakukan kegiatan berbagi makanan sehat.

“Kebutuhan gizi sangat penting, demi menunjang segala kegiatan, khususnya santri-santri dengan banyak kegiatan rutinnya”, kata Amin dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

Amin mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan pada anak-anak panti asuhan di Kota Surabaya. Selain itu, juga kepada para santri pondok pesantren di kota pahlawan.

Sementara itu, Divisi Humas Sahabat Mustahiq Sejahtera Surabaya, Firman mengamini hal itu. Menurutnya, tujuan berbagi dengan sesama, khususnya anak-anak pondok pesantren mau pun panti asuhan dirasa tepat.

Firman mengungkapkan, anak-anak yayasan panti asuhan maupun pondok pesantren dianggap selaras dengan sasaran kegiatan. Sebab, terbatasnya perhatian dari keluarga mereka terkait kebutuhan gizi dari masing-masing santri.

“Sebab, mereka (anak panti asuhan dan santri pondok pesantren) jauh dari keluarga,” ujarnya.

Firman mengaku, kegiatan bakti sosial berupa berbagi makanan sehat itu tak hanya dilakukan pada 1 titik. Melainkan, di 3 yayasan sekaligus, diantaranya:

1. Panti Asuhan Generasi Quran Bratang Gede 3F, Surabaya,

2. Panti asuhan Darul Falah Ngagel Rejo, Surabaya,

3. Pondok Pesantren Tahfidz Robbunallah Kebonsari, Surabaya.

Sedangkan, Staf Pemberdayaan Sahabat Mustahiq, Nazila menuturkan, selain membagikan hidangan makanan sehat, pihaknya juga menyumbangkan vitamin. Supaya, untuk memaksimalkan atau menunjang kesehatan anak.

“Selain hidangan sehat, kami juga memberikan vitamin yang disupport oleh rekan-rekan dari SMK Kesehatan Surabaya,” tuturnya.

Terpisah, Pengasuh Yayasan Darul Fallah, Ustadz Heri mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosial serupa.

“Kami (Yayasan Darul Fallah Surabaya) berterima kasih karena sudah diperhatikan terkait kebutuhan gizi para santri kami. Kami bahkan teredukasi juga dan mulai memahami tentang pentingnya kebutuhan gizi untuk kesehatan,” tutupnya. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar