Pendidikan & Kesehatan

SMATAG Tak Gunakan Kertas untuk Proses Belajar Mengajar

Surabaya (beritajatim.com) – SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya sedang membenahi sistem proses belajar mengajar yang lebih mutakhir. Hal itu dilakukan guna menyongsong era revolusi industri 4.0.

SMATAG pada tahun ajaran baru mendatang tidak lagi menggunakan kertas atau paperless, semua proses belajar mengajar baik murid maupun guru akan berbasis digital atau IT. Dengan memperkecil penggunaan kertas maka proses pembelajaran memanfaatkan penggunaan surat elektronik atau email dan website sekolah yang sudah disediakan untuk mengakses beragam informasi seperti mata pelajaran, soal ujian harian, latihan soal dan sebagainya.

Menurut Kepala Sekolah SMATAG, Prehartono, pengunaan perangkat elektronik seperti Handphone dan komputer akan digunakan secara positif. “Nantinya HP akan digunakan secara positif, sarana ruangan pun akan dibuat nyaman,” ungkapnya kepada beritajatim.com, Sabtu (8/6/2019).

SMATAG akan menerapkan penggunaan internet. Untuk itu, siswa akan diberi kuota internet dengan password dan username pribadi. Meski demikian, jika menggunakan kouta internet dari sekolah, maka siswa tidak bisa mengakses konten yang negatif.

Selain itu SMATAG juga menerapkan dua progam internasional yakni memakai kurikulum Cambridge dan program volunteer untuk belajar di luar negeri. Sedangkan untuk progam Full Digital akan diterapkan pada 2020. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar