Pendidikan & Kesehatan

SMATAG Surabaya Ajak Guru BK Lebih Proaktif Selama Pandemi

Prehantoro, Kepala Smantag Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya mengadakan workshop Guru BK SMP Surabaya, Rabu (25/2/2021). Workshop Guru BK SMP ini merupakan upaya SMATAG untuk membooster kinerja guru BK untuk memberikan edukasi dan bimbingan yang lebih efektif kepada siswa siswi SMP.

Andik Matulesy, M.SI PSi yang menjadi pembicara workshop mengatakan bahwa peran guru BK tetap penting menjadi sentral dalam proses pembelajaran daring.

“Jadi seharusnya guru BK itu harus lebih banyak humanis, tidak lagi menjadi pemberi punishment tetapi lebih banyak mensupport anak anak, karena selama pembelajaran daring ini anak cenderung lebih banyak masalah, seperti kecemasan, kebosanan, stress, dan merasa tidak terserap efektif pelajarannya,” ujar Andik.

Peran sentral guru BK harus dikemas lebih adaktif karena kecemasan yang dialami siswa selama pandemi merupakan problematik remaja yang cukup kompleks. Untuk itu, Andik menyarakan pentingnya melakukan perubahan pola interaksi guru BK dan siswa.

“Guru BK harus lebih proaktif, karena kecemasan yang dialami siswa menjadi sangat kompleks, baik masalah kegagapan teknologi, keadaan dan lingkungan di rumah, hingga kebosanan dan stress. Jadi sudah saatnya guru BK, membuat hotline atau grup chat begitu yang memungkinkan siswanya untuk melakukan konseling,” terang Andik.

Disamping itu, Ganik Hartini, Ketua Musyawarah Guru BK Se Surabaya juga memaparkan bahwa penting bagi guru BK untuk menjemput bola untuk konseling. “Saat daring, siswa mengalami masalah tidak bisa langsung melayani.Jadi harus mengubah strategi layanan dengan menyiapkan layanan konseling yang tepat,”paparnya.

Seperti layanan klasikal daring, layanan bimbingan kelompok daring, layanan konseling individu daring dan layanan kelompok daring.

“Khususnya klasikal daring, karena untuk siswa SMP banyak permasalahan yang dialami siswa. Apalagi saat mereka banyak aktivitas di rumah,”urainya.

Prehantoro, Kepala Smatag mengungkapkan dengan diadakan seminar ini diharapkan kendala dari siswa dan guru BK selama masa pandemi bisa diatasi.

“Masalah ini banyak dialami siswa di tingkat SMP karena siswa masih dalam tahap menuju dewasa. Makanya perlu perhatian guru konseling juga . Bisa jadi dalam koneksi dengan internet terkendala, dan sering meminta bantuan pihak keluarga. BK berperan memberikan panduan komunikasi yang baik dengan keluarga,” pungkas. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar