Pendidikan & Kesehatan

SMA di Gresik Masuk Perdana, Kapolda Jatim Cek Vaksinasi

Gresik (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama pejabat utama lainnya melakukan pengecekan vaksinasi di SMAN 1 Gresik, Rabu (1/09/2021). Kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam membentuk herd immunity.

Ada 1.300 dosis vaksinasi yang disiapkan bagi pelajar SMAN 1 Gresik yang masuk perdana.
Pelaksanaan vaksinasi ini juga dibantu 69 petugas tenaga kesehatan (Nakes) gabungan dari TNI Polri serta Dinkes Gresik yang dibagi, sebagai tenaga registrasi, screening dan vaksinator.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, kunjungannya tersebut diantaranya untuk mendorong, men-support kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Gresik, bersama jajaran Kodim 0817 maupun Polres Gresik, serta seluruh jajaran pendidikan, diantaranya SMAN 1, untuk melaksanakan vaksinasi.

“Hari ini di seluruh kabupaten Gresik akan dilaksanakan vaksinasi sekitar 5000 dosis, sedangkan yang dilaksankan di SMAN 1 Gresik hari ini ada 1.300 dosis,” tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah beserta seluruh guru, maupun perangkat sekolah, yang telah menyediakan tempat sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar.

“Kami jajaran Polda Jatim dengan Kodam V Brawijaya dan Pemprov Jatim akan selalu men-support Kabupaten / Kotamadya, yang telah melaksanakan kegiatan dengan baik. Bapak Bupati Gresik tentunya yang paling utama dari semua kegiatan ini, sangat membantu dan sangat mendukung semua pelaksanaan vaksinasi yang telah direncanakan,” imbuhnya.

Nico Afinta menyatakan kedepan bupati tentunya bersinergi dengan Dandim dan Kapolres Gresik, akan bersama-sama menghadapi rencana datangnya vaksinasi.

“Di awal bulan September ini rencana akan ada sekitar 2 juta vaksin yang masuk. Kami mendengar informasi dari Kadinkes provinsi, vaksin tersebut sudah masuk di provinsi dan akan dibagikan,” ungkapnya.

Selain vaksinasi di sekolah lanjut Nico Afinta, pihaknya juga akan mendorong yang perlu dipersiapkan Puskesmas menjadi ujung tombak. Mempersiapkan nakes dan tambahan nakes.

“Mudah-mudahanan murid-murid bisa divaksin, guru-gurunya juga sehat, murid-muridnya sehat. Proses belajar mengajar dapat berjalan,” pungkasnya. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar