Pendidikan & Kesehatan

Siswa SMP Ponorogo Mulai Masuk Sekolah Pekan Depan

Petugas dari salah satu SMP menata bangku yang akan digunakan uji coba. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah tertunda karena perizinan yang belum terpenuhi, akhirnya uji coba pembelajaran tatap muka untuk SMP bisa segera dilaksanakan. Itu setelah izin dari satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo turun. Dari sembilan SMP yang mengajukan, hanya delapan SMP yang disetujui oleh tim satgas.

“Kami izinkan cuma delapan SMP itu dulu yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” kata Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono, Kamis (15/10/2020).

Dalam penerapannya nanti, Agus meminta sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari jumlah siswa yang masuk. Dibatasi hanya 25 persen dari jumlah total siswa.

Selain itu, siswa harus membawa surat izin dari orang tua atau wali yang isinya memperbolehkan mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. Juga dilakukan pengukuran suhu tubuh, siswa memakai masker dan ketersediaan tempat untuk cuci tangan.

“Dindik juga kami minta laporan evaluasi menyeluruh setiap dua minggu sekali,” katanya.

Uji coba pembelajaran tatap muka dimulai awal pekan depan. Delapan sekolah yang mendapatkan lampu hijau tersebut, diminta untuk selalu berkoordinasi dengan satgas kecamatan dan dinas kesehatan. Itu dimaksudkan supaya ada pemantauan dari petugas media demi kelancaran uji coba.

“Uji coba pembelajaran tatap muka SMP ini rencananya akan dilaksanakan pada hari Senin (19/10) nanti,” katanya.

Adapun delapan sekolah yang mendapatkan izin uji coba pembelajaran tatap muka yakni, SMPN 1, 2, dan 3 Ponorogo, SMPN 1 Pulung, SMPN 1 Jetis, SMPN 1 Balong, SMPN 1 Jenangan, dan SMP Terpadu (swasta). [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar