Pendidikan & Kesehatan

Siswa SMA di Banyuwangi Kembali Belajar di Rumah

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi Istu Handono secara cepat menginstruksikan kepada jajaran sekolah SMA dan sederajat di Banyuwangi untuk menghentikan pembelajaran tatap muka. Langkah ini diambil setelah daerah ujung timur Pulau Jawa ini masuk zona merah Covid 19.

“Sesuai dengan surat edaran 4 menteri, Gubernur, dan Dinas Pendidikan Provinsi, jika daerah zona merah, maka seluruh aktifitas yang sifatnya tatap muka secara langsung tidak diizinkan,”

“Sehingga sesuai koordinasi kita dengan pemerintah kabupaten, maka mulai besok pagi (Rabu 16 Desember 2020) kegiatan pembelajaran tatap muka di SMA, SMK dan SLB akan kami hentikan. Ini dalam rangka upaya mencegah penularan COVID-19,” kata Istu, Selasa (15/12/2020).

Seperti diketahui, proses belajar mengajar tingkat SMA memang telah berjalan kurang lebih sebulan. Namun, dengan berbagai pertimbangan merunut data penyebaran kasus Covid, kembali harus dihentikan. “Uji coba pembelajaran tatap muka langsung di 57 SMA, SMK, dan SLB dalam sebulan terakhir. Alhamdulillah berjalan dengan baik, tidak ada kasus penyebaran COVID-19 di sekolah,” ungkapnya.

Meski demikian, proses pembelajaran tatap muka tidak menuntut kemungkinan akan kembali digelar. Namun, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kita menunggu perubahan warna zona. Selama masih berwarna merah, maka tidak akan diizinkan oleh Satgas Banyuwangi. Termasuk di Tahun 2021, jika masih merah maka tatap muka secara langsung masih ditiadakan,” pungkasnya. (rin/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar