Pendidikan & Kesehatan

Siswa Sekolah di Malang Dapat Literasi Keuangan dari Menteri Sri Mulyani

Program Kemenkeu Mengajar edisi kelima (KM 5) di SMAN 3 Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim hadir dalam program Kemenkeu Mengajar edisi kelima (KM 5). Materi pembelajaran dilakukam secara daring dengan menggunakan Youtube dan Aplikasi Zoom.

Pada edisi-edisi sebelumnya, Kemenkeu Mengajar hanya diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD). Pada tahun ini, mulai SD hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) bisa mengikuti pembelajaran. Di Malang Raya, KM 5 melibatkan lima sekolah yakni SDN Bareng 3 Kota Malang, SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang, SDIT Ahmad Yani Malang, SMP Negeri 1 Lawang dan SMA Negeri 3 Malang. Tahun lalu Kemenkeu Mengajar di Malang Raya dilakukan di 14 SD.

Mengusung tagline Dari Kami Untuk Negeri, program ini diikuti 84 sekolah tersebar di 52 kota/kabupaten, 19 Provinsi, dan 1 di Malaysia. Sementara, relawan yang terlibat terdiri dari panitia pusat 53 orang, fasilitator 104 orang, pengajar 954 orang dan dokumentator 153 orang.

Sri Mulyani dalam memberikan literasi keuangan, menjelaskan proses kerja dari Kemenkeu RI. Peserta diajak mengetahui bagaimana uang negara dikumpulkan dan dibelanjakan. Dia mengibaratkan proses pengumpulan iuran dan pembelanjaan oleh organisasi siswa di sekolah.

“Uang ini dikumpulkan untuk menjadi pendapatan negara yang dipakai belanja negara. Ada beberapa jenis belanja negara seperti belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja sosial, subsidi, dan bunga utang. Orang yang bekerja atau mempunyai pendapatan, sebagian pendapatannya dibayar untuk pajak,” papar Sri Mulyani, Senin, (30/11/2020).

Kepala SMAN 3 Malang, Asri Widiapsari, menyebut materi pembelajaran dinilai cukup baik karena mengedukasi seputar literasi keuangan sejak dini kepada pelajar. Menurutnya, siswa dapat termotivasi untuk bergabung ke Kementerian Keuangan.

“Kami juga bersyukur karena SMAN 3 Malang pertama kali terpilih oleh panitia seleksi Pisa untuk berkolaborasi mengirimkan delegasi siswanya. Ini bisa jadi literasi anak-anak, siapa tahu termotivasi untuk masuk (bekerja) di Kemenkeu,” ujar Asri.

Sementara itu, Ketua Rombongan Belajar (Rombel) SMAN 3 Malang, Rizky Citra Anugerah, mengaku termotivasi setelah mendapat pembelajaran langsung dari Sri Mulyani dan Nadim Makarim. Dia menilai Sri Mulyani sosok menteri cerdas. Karena menyampaikan materi keuangan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak muda.

“Ini menambah pemahaman kontekstual saya mengenai apa yang sedang terjadi dengan perekonomian Indonesia dan dunia, dan apa yang sudah pemerintah lakukan selama ini. Saya berharap seluruh lapisan masyarakat, baik pelaku ekonomi ataupun pejuang pendidikan, dapat memiliki resiliensi lebih di tengah keadaan yang dihadapi Indonesia saat ini. Seperti yang dikatakan Pak Nadiem, kuncinya ada di gotong royong. Bersama-sama, kita merdeka,” tandas Rizky. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar