Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Siswa SD Tambran Magetan Ini Menangis, Tak Mau Pindah Sekolah

Aqila saat bersama teman sekolahnya saat ditemui di SDN Tambran, Kelurahan Tambran, Kecamatan/ Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa (7/6/2022)

Magetan (beritajatim.com) – Aqila Aisah Prasetya (7) siswa kelas I SDN Tambran, Kelurahan Tambran, Kecamatan/ Kabupaten Magetan menangis tersedu. Video bocah itu viral di grup WhatsApp warga Magetan. Dia menangis karena sekolahnya bakal dipindah.

Dalam video yang diambil ibunya saat Aqila hendak berangkat sekolah, bocah itu tiba-tiba menangis. Ibunya terdengar bertanya kenapa Aqila nangis, Aqila menjawab jika sekolahannya akan dipindah. Dia terus terisak sebelum berangkat menuntut ilmu.

Aqila tidak ingin sekolah tempatnya belajar ditutup. Dia tidak ingin pindah sekolah karena pasti berpisah dengan teman-teman sekolahnya.

Penelusuran berlanjut ke sekolah Aqila di SDN Tambran yang berada di jalan Pandu tepatnya belakang kampus Poltekkes Kemenkes Surabaya, Kelurahan Tambran Kecamatan Magetan.

Aqila tampak duduk bersama seorang temannya membicarakan soal sekolah yang mau ditutup tersebut. Wajahnya masih tampak murung menunjukkan kesedihan.

“Aqila pokoknya tidak mau dipindah dari sekolah ini. Aqila pokoknya tidak ingin pindah, Aqila suka sekolah di sini,” kata Aqila dengan raut wajah sedih hingga menunduk saat ditemui awak media pada Selasa (07/06/2022).

Aqila memohon kepada Bupati Magetan Suprawoto agar rencana regrouping sekolahnya dibatalkan. Penolakan rencana regrouping sekolah SDN Tambran juga disuarakan dari para wali murid.

“Sebelumnya anak saya pindahan dari SDN Kebonagung karana di-regrouping tahun lalu, ini diregrup lagi pindah lagi. Repot harus urus pindah lagi, capek,” kata wali Murid bernama Didik Kasban saat menjemput anaknya, Selasa (7/6/2022).

Orang tua siswa lainnya yakni Jarno dan Khusnah yang juga menyatakan keberatan bila sekolah tempat anaknya ditutup. “Sekolah menjadi jauh, anak saya meski kelas III juga belum bisa mandiri, bila harus pindah akibat sekolah ditutup akan lebih jauh,” ungkap Jarno.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Suwata membenarkan terkait rencana regrouping 19 sekolah dasar (SD) di Magetan tahun 2022, salah satunya SDN Tambran. Suwata berdalih khusus untuk SDN Tambran, regrouping dilakukan untuk efisiensi. “Betul totlanya ada 19 SD di Magetan untuk efisiensi maka kami regrouping,” kata Suwata.

Sementara itu, Sunarsih Lurah Tambran mengaku belum diberitahu secara resmi oleh Disdikpora terkait rencana regrouping sekolah dasar satu satunya di kelurahannya itu.

“Sudah ada beberapa wali murid yang menyampaikan kepada saya terkait SD yang katanya mau ditutup itu. Namun saya belum menemui kepala sekolah terkait rencana penutupan sekolah tersebut,” jelas Sunarsih.

Sunarsih berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak pihak terkait rencana penutupan SD tersebut. Pasalnya anak anak yang sekolah di SDN Tambran dari keluarga menengah ke bawah yang bakal keberatan jika anaknya harus pindah ke sekolah lain.

“Saya kasihan anak-anak yang orang tuanya memiliki pendapatan yang pas-pasan. Terlbuh jika sekolah mereka harus ditutup dan pindah sekolah yang lebih jauh. Tentu akan membebani para orang tua, yang biasa ke sekolah cukup jalan kaki ini harus tambah biaya transportasi dan uang saku anak, sedang pendapatanya cukup untuk makan,” kata Sunarsih. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar