Pendidikan & Kesehatan

Siswa Depresi Diduga Setelah Dimarahi Guru, Begini Tanggapan Sekolah

Kediri (beritajatim.com) – Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Sholihin di Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri memberikan tanggapan atas kondisi yang dialami hadi maskur Faizul Umam, siswanya. Pihak sekolah membenarkan telah memarahi siswanya itu yang dianggap mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Kepala Sekolah MTs Nina Hidayanti tak menampik salah satu gurunya Ainun memarahi pria yang akrab disapa Faiz tersebut. Menurutnya saat itu bocah dua belas tahun ini dianggap mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Faiz tiba tiba berdiri dan menyapa temannya di luar kelas saat Ainun masih menerangkan materi terkait aqidah akhlak. Sang guru kemudian memberikan teguran agar ia menjaga perilakunya.

Tak ada kalimat yang menyangkut orang tuanya. Namun Ainun tak menampik soal kakak Faiz yang pernah bersekolah disana. Ainun mengatakan agar Faiz tak seperti kakaknya yang dianggap pernah memiliki masalah di sekolah.

“Terkait tanggung jawab sekolah, kami telah menawarkan mediasi kepada keluarga Faiz, melalui orang tuanya, Mahmudi. Hanya saja Mahmudi menolak dan menganggap selesai. Sekolah juga telah memberikan tali asih, tetapi ditolak karena dianggap menjadi penyebab utama atas kondisinya,” ujar Ainun, Rabu (23/12/2020).

Sementara itu, selama ini Faiz kerap mengeluh pusing ke wali kelasnya. Dari surat keterangan dari puskesmas setempat yang diterima sekolah, akhir November setelah kejadian Faiz didiagnosis menengitis.

Sebelumnya, salah seorang siswa di Mts tersebut mengalami depresi berat setelah merasa malu akibat ditegur oleh sang guru. Kini ia terbaring lemah setelah sempat mengalami collaps di  tempat kerja ayahnya. Kini ia dirawat di RSUD SLG Kabupaten Kediri untuk upaya penyembuhan. [nm/ted].



Apa Reaksi Anda?

Komentar