Pendidikan & Kesehatan

Sistem Double Track, Solusi Lulusan SMA Bisa Siap Kerja

Salah satu siswa SMA yang melakukan ketrampilan merias. (foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Berbagai cara dilakukan sekolah menengah atas (SMA) untuk bisa mencukupi pagunya. Salah satu yang ditempuh dengan SMA sistem double track. Yakni sekolah yang dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Sehingga lulusan yang tidak meneruskan ke perguruan tinggi, bisa mempunyai bekal untuk terjun ke dunia kerja.

“Sebanyak 60 persen diantara lulusan sekolah double track ini setelah lulus bisa langsung kerja. Karena mendapat sertifikat atas ketrampilannya,” kata Kasi SMAN Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Zamroni, Senin (2/3/2020).

Menurut data dari Cabdindik Jatim di wilayah Ponorogo, Zamroni menyebut jika dari 16 SMA Negeri di Ponorogo, sebanyak 13 sekolah sudah menerapkan sistem double track ini. Tiga SMAN yang tidak menyelenggarakan sistem tersebut seluruhnya berada di kecamatan kota.

Setiap SMAN yang menyelenggarakan double track ini mendapat Rp 100 juta setahun untuk modal penyelenggaraan pembelajaran. Sehingga Pemprov Jatim harus mengalokasikan Rp 1,3 miliar per tahun untuk 13 sekolah di Ponorogo.

“Jadi anggaran yang dikeluarkan Pemprov lumayan besar untuk sekolah double track ini,” katanya.

Padahal, lanjut Zamroni anggaran di Pemprov Jatim ini terbatas. Sehingga, pihaknya menganjurkan menyelenggarakan secara mandiri. Sebab itu tidak sulit dilakukan, sekolah hanya perlu bekerjasama dengan lembaga atau perguruan tinggi yang ditunjuk pemprov untuk menjamin sertifikasi para siswa. Khusus pemprov Jatim, yang digandeng adalah Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

“Harapan Pemerintah, sekolah bisa menjalankan sistem double track ini secara mandiri,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar