Pendidikan & Kesehatan

Sistem Baru PPDB dari Kemendikbud, Dindik Jatim: Kami Lebih Dulu Menerapkan

Surabaya (beritajatim.com) – Menyambut kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim terkait perubahan sistem pendidikan Indonesia, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mengaku siap dan mampu melaksanakan kebijakan tersebut.

Seperti yang dikatakan PLT Dindik Jatim, Hudiyono, pihaknya telah menerapkan aturan yang akan diterapkan Menteri Nadiem terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi di tahun 2020. Perubahan tersebut terkait komposisi sistem PPDB zonasi.

Komposisi Menteri Nadiem tersebut adalah, 50 persen untuk zonasi, 30 persen untuk siswa berprestasi, 15 persen dari warga kurang mampu, dan 5 persen untuk siswa pindahan. “Jatim lebih dulu menerapkannya. Presentasenya yang disampaikan pak menteri sama persis dengan zonasi di Jatim tahun ini,” kata Hudiyono, Kamis (12/12/2019).

Dia mengungkapkan, Dindik Jatim sejak tahun 2019 telah mengalokasikan 30 persen untuk siswa dengan nilai Ujian Nasional (UN). Bahkan untuk siswa tidak mampu, dialokasikan 20 persen di PPDB.

Dengan demikian, sambung Hudiyono, Dinas Pendidikan Jatim tidak perlu lagi mengubah formulasi PPDB yang diterapkan tahun ini. “Jatim tidak masalah, kami tinggal menyiapkan lagi sistem informasinya supaya sistem PPDB secara online bisa lebih maksimal,” katanya.

Untuk diketahui, penetapan presentase PPDB Zonasi Jatim tahun 2019 dibagi untuk luar zona sebanyak 10 persen dan dalam zona 90 persen. Untuk luar zona, rinciannya yaitu sebanyak lima persen untuk jalur prestasi dan mutasi atau perpindahan kerja orangtua atau wali murid sebanyak lima persen Sementara untuk dalam zona ada 90 persen. Dengan pembagian Zonasi 20 persen untuk warga kurang mampu termasuk anak buruh. [adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar