Pendidikan & Kesehatan

Sinergri Pemerintah Putus Rantai Penyebaran Covid-19 di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah instansi pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, kompak dan bersinergi melakukan edukasi dan sosialisasi dalam rangka mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah nyata untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, terlebih dengan status pembiasaan baru atau new normal yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, khususnya dalam beberapa bulan terakhir.

Edukasi dan sosialisasi dilakukan dengan menerapkan berbagai cara, termasuk langkah konkrit dengan menggandeng instansi terkait seperti TNI-Polri hingga Pengadilan Negeri melalui giat Operasi Yustisi yang digelar sejak Senin (14/9/2020) lalu.

Hal tersebut berdasar Surat Edaran Bupati Pamekasan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Tujuannya mengajak masyarakat untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Giat ini merupakan salah satu upaya konkrit pemerintah untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan, tujuannya untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 khususnya di Pamekasan,” kata Jubir Sargas Percepatan Pananganan Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono, Senin (2/11/2020).

Bahkan pihaknya menilai adanya giat Operasi Yustisi yang digagas Pemkab Pamekasan bersama sejumlah instansi terkait, sudah mulai menunjukkan hasil. Hal itu terlihat dari berkurangnya status pasien positif Covid-19 di Pamekasan, khususnya dalam beberapa bulan terakhir.

“Dengan adanya giat ini, pelan dan pasti angka pasien terinfeksi Covid-19 terus berkurang. Terlebih himbauan pemerintah merupakan salah satu solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, apalagi saat ini memasuki masa pancaroba,” ungkapnya.

Personil Satlantas Polres Pamekasan, memantau suasana arus lalu lintas di tengah pandemi Covid-19.

Bahkan himbauan 3M dengan taglin ‘Ingat Pesan Ibu’ menjadi salah satu upaya konkrit mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19. Meliputi rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, serta selalu menjaga jarak alias physical distancing.

“Dari itu, mari kita ingat pesan ibu dengan menerapkan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena dengan menggunakan masker, kasus (Covid-19) pelan dan pasti terus menurun. Selain itu juga harus selalu cuci tangan dan jaga jarak, apalagi pasa masa pancaroba ini semakin banyak virus yang menyebar,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar melalui Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto yang melaksanakan Operasi Zebra Semeru 2020 dengan orientasi pada pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan.

Bahkan dalam kegiatan operasi rutin tiap tahun, aparat kepolisian juga membagikan masker gratis bagi pengendara yang lalai menerapkan protokol kesehatan, itupun dilakukan tanpa melupakan tugas pokok untuk memberikan tindakan langsung kepada pengendara yang melanggar arus lalu lintas.

“Kegiatan ini sebagai langkah dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, orientasinya untuk lebih menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sempat menggelar Razia Lantas Tertib Tangguh Semeru 2020 dalam rangka giat operasi bertajuk Pelanggaran Protokol Kesehatan Lalu Lintas, Selasa (13/10/2020) lalu. Razia tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif, sekaligus mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus sebagai tidak lanjut dari arahan Dirlantas Polda Jawa Timur, guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

“Razia ini dilaksanakan hingga akhir Oktober 2020 lalu, sekaligus sebagai upaya mengajak masyarakat agar bersikap disiplin menerapkan prokes maupun tertib lalu lintas. Sebab selain berupa penindakan dan tilang, razia ini juga dilaksanakan dalam rangka sosialisasi maupun memberikan edukasi bagi masyarakat agar selalu disiplin dan tertib. Disiplin menerapkan prokes serta tertib berlalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 di Pamekasan, Minggu (1/11/2020) kemarin. Terdata sebanyak 363 orang dinyatakan positif. Meliputi sebanyak 10 pasien dalam masa perawatan, 32 orang meninggal dunia, serta sebanyak 321 orang lainnya dinyatakan sembuh pasca menjalani perawatan.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 949 orang, terdiri dari sebanyak 23 orang dalam pengawasan, sebanyak 60 orang meninggal dunia, serta sebanyak 866 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar