Pendidikan & Kesehatan

Sikedu, Aplikasi RSUD DR Soetomo Bantu Perbaiki Administrasi Kepegawaian

Surabaya (beritajatim.com) – Sistem administrasi beberapa rumah sakit di Surabaya masih dilakukan dengan cara manual. Oleh karenanya, banyak ditemui kesalahan data maupun kerumitan akses.

Berbagai kesalahan tersebut sedikit banyak menyebabkan hambatan dalam pelayanan pasien. Mengatasi hal itu, RSUD DR Soetomo melakukan gerakan inovasi dengan meluncurkan aplikasi Sikedu (Sistem Kepegawaian Terpadu).

Diluncurkan langsung oleh Dr Joni Wahyudi, selaku Direktur RSUD, aplikasi ini memiliki berbagai fitur yang bisa membantu melancarkan alur sistem administrasi kepegawaian yang ada di RSUD DR Soetomo, Rabu (20/11/2019).

“Sistem ini membantu sekali karena di Soetomo ini banyak sekali pegawai. Pegawai RSUD Soetomo bermacam-macam, ada PNS, calon PNS, ada BLU, kontrak, konsultan, outsourching yang totalnya 5.011,” ujarnya.

Sistem administrasi kepegawaian manual selama ini melayani berbagai hal seperti pendidikan, pelayanan, riset, sistem gaji berkala, cuti dan kerja sama bank dan KPR. Selain itu masalah lain yang dihadapi RSUD DR Soetomo yakni data data yang harus diminta dan dikeluarkan kepada Pegawai Tidak Tetap yang resign.

“Pegawai tersebut akan dicek ulang database-nya. Selama ini memang sudah ada database di BKD (Badan Kepegawaian Daerah), tapi di sana hanya PNS dan CPNS. Sedangkan di RSUD Dr Soetomo tak hanya PNS, tapi juga ada pegawai mitra, yakni dokter spesialis yang sudah pensiun tapi masih ingin mengabdikan menjadi mitra,” ujarnya.

Selain itu, dokter, perawat ada yang namanya STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik) enam bulan sebelum habis harus mengurus. Untuk di-aprove harus data pasien yang ditangani, pengabdian masyarakat dan simposium yang diikuti.

“Nah, supaya kepegawaian tertata rapi kami luncurkan Sikedu. Tanpa ada sistem yang baik itu semua sulit. Selama ini agak telat, dan tahu-tahu pensiun,” katanya.

Joni menjelaskan, dalam aplikasi Sikedu, pihaknya mengupayakan ada database. Nantinya proses-proses kepegawaian yang berjalan harus sesuai dengan data.

“Nantinya dengan aplikasi yang kami buat senditi ini, jika pegawai mau naik golongan, golongan I, golongan II atau seterusnya hanya perlu memasukkan data di Sikedu saja,” ucapnya.

Joni mengklaim setelah Sikedu berjalan, tidak ada lagi perawat, dokter atau pegawai lain yang bingung terkait sistem kepegawaian. Saat ini kelemahan yang masih akan terus diperbaiki yakni sistem tanda tangan digital yang belum bisa dilakukan. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar