Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

SIG Dukung Santri Kembangkan Potensi Diri Lewat Program Bakti BUMN

Jakarta (beritajatim.com) – PT Semen Indonesia (Persero) berkomitmen mendukung kaum santri mengembangkan potensi diri. Komitmen tersebut diwujudkan lewat Program Bakti BUMN yang mulai diluncurkan (kick off) pada Rabu (14/9/2022).

Sejumlah program yang masuk dalam Bakti BUMN ini yaitu Program Magang Santri dan Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren) di Jawa Timur. Dalam melaksanakan program tersebut, SIG menggandeng serta BUMN lain seperti PT Pegadaian, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT PLN (Persero) selaku koordinator.

Kick off dilakukan oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata bersama General Manager of CSR SIG, Edy Saraya di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya.


Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, Indonesia terus bergerak maju menjadi bangsa yang semakin membesar. Jumlah penduduk usia produktif Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai 64 persen dari total populasi.

Selain itu, Indonesia punya banyak pesantren. Sementara para santri dan santriwati punya potensi besar untuk turut berkontribusi pada upaya Indonesia menjadi negara maju.

“Program magang santri ini merupakan kolaborasi yang sukses antara BUMN bersama sejumlah perguruan tinggi dan pesantre n dalam meningkatkan kualitas SDM. Langkah ini merupakan persiapan bagi generasi muda menghadapi tantangan pembangunan ke depannya termasuk di sektor digital,” ujar Erick melalui keterangan tertulis diterima beritajatim.com.

Erick menambahkan, para santri dan santriwati harus mampu mengembangkan kapasitas diri di tengah tantangan disrupsi digital. Salah satu bentuk komitmen BUMN untuk terus berkontribusi terhadap ekonomi nasional dibuktikan dengan wujud Bakti BUMN.

Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren) yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN ini diikuti oleh 78 pengajar yang telah berpartisipasi dalam Program Training of Trainer (ToT) pada bulan Mei 2022 lalu. Pengajar berasal dari pondok pesantren di Surabaya, Jember, dan Kediri telah dibekali pengetahuan tentang bisnis terapan yaitu pembelajaran tentang Teknologi dan Rekayasa, Teknologi dan Informasi, Kesehatan, Agrobisnis, Perikanan dan Agroteknologi, Bisnis dan Manajemen, serta Tata Rias dan Tata Boga.

Proses belajar mengajar dalam Program pesantrenpreneur akan berlangsung satu tahun ke depan. Diharapkan bisa menjadi bekal para santri untuk menjadi wirausahawan (santripreneur) ketika lulus nanti.

General Manager of CSR SIG, Edy Saraya menjelaskan saat ini pihaknya menerima 20 santri magang di perusahaan. Mereka akan belajar mulai dari proses bisnis serta metode kerja selama 3 bulan.

Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, para santri juga akan mendapatkan sertifikasi magang dari perusahaan. SIG juga berupaya membangun masyarakat yang mandiri dengan melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru melalui Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren).

“Ada 26 pondok pesantren yang pengajaranya mengikuti program Training of Trainer (ToT). Saat ini mereka mulai mengajarkan ilmu yang didapat kepada santri masing-masing. Setiap pondok pesantren setidaknya mempunyai 15 santri untuk dididik, sehingga sedikitnya ada 390 santri yang akan diharapkan untuk menjadi wirausahawan,” ujar Edy.

Pengajar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Sudarsono berharap, ilmu yang diperoleh selama mengikuti ToT dapat bermanfaat untuk para santri.

“Kami berharap nantinya para santri memiliki skill tambahan, selain ilmu agama tentunya. Semoga mereka nanti bisa merintis usaha sendiri serta membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya. [beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar