Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Sidoarjo Sudah Zona Kuning, 62 Persen Warga Sudah Divaksin

Sidoarjo (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa saat ini status Kabupaten Sidoarjo sudah Zona Kuning.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai meninjau vaksinasi massal di GOR Sidoarjo, yang diikuti sekitar 5000 peserta, Rabu (1/9/2021).

Meskipun sudah zona kuning, Khofifah mengingatkan pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah. Termasuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka pengawasan prokesnya tidak boleh lengah.

Khofifah minta vaksinasi di Sidoarjo lebih digenjot lagi. Terutama pengawasan protokol kesehatannya. Karena Sidoarjo masih di level 3.

“Kabupaten Sidoarjo sudah zona kuning, saya dapat informasi dari Satgas Covid-19 Nasional. Tolong tetap dijaga prokesnya. Vaksinasi digenjot lagi. Semoga Sidoarjo segera turun ke level 2 dan berubah ke zona hijau,” kata Khofifah.

Menurut Gubernur Jatim perlu kesadaran bersama terutama disiplin prokes dan mengikuti vaksinasi. Jika dua itu sudah menjadi komitmen, Khofifah optimis Covid akan menurun.

“Perlu komitmen bersama mematuhi prokes dan masyarakat yang sudah menerima vaksin bisa mengajak yang lain. Semoga penyebaran Covid-19 di Sidoarjo segera melandai,” jelasnya menambahkan.

Gubernur Jatim, Bupati dan Kapolresta Sidoarjo meninjau vaksinasi di Bus Gerai Vaksin Mobile milik Polresta Sidoarjo

Data sampai dengan hari ini, jumlah warga Sidoarjo yang sudah mendapatkan vaksin lebih dari 1 juta warga. Selain itu, kata Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), mayoritas warganya mematuhi prokes. Tingkat partisipasi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin juga tinggi.

“62 persen warga Sidoarjo sudah menerima vaksin. Kalau dihitung sudah 1 juta 7 ribu yang divaksin,” terang Gus Muhdlor.

Capaian ini lanjut alumnus Unair Surabaya itu, tidak lepas dari tingginya kesadaran warga Sidoarjo yang ingin mendapatkan vaksin. Selain itu, ada peran dari para stakeholder yang ikut mensukseskan program percepatan vaksinasi.

“Warga Sidoarjo mayoritas sudah taat prokes. Antusias masyarakat yang ingin divaksin sangat tinggi. Makanya vaksinasi di Sidoarjo berjalan cepat,” jelas putra KH Agoes Ali Masyhuri Bumi Shalawat itu.

Vaksinasi massal di GOR yang berlangsung tiga hari mulai tanggal 30 Agustus sampai 1 September diikuti sebanyak 5.000 orang. Untuk menambah kecepatan layanan, Bus Gerai Vaksin Mobile milik Polresta Sidoarjo ikut melayani vaksinasi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim dan Bupati Sidoarjo membagikan sembako kepada puluhan tukang becak yang ada di sekitar GOR. [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar