Pendidikan & Kesehatan

Shelter Baru di Sentra IKM Kampung Reyog Ponorogo Butuh Paramedis

Shelter baru masih dalam proses pembangunan. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan shelter baru di sentra industri kecil menengah (IKM) kampung reyog mulai berjalan. Shelter sempat ditolak oleh perajin itu rencananya akan bisa menampung 60 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi.

Banyaknya daya tampung pada shelter kedua ini, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mulai mencari tenaga kesehatan (nakes) yang akan ditempatkan disana.

“Paramedis yang dulu kita tempatkan di puskesmas-puskesmas, sebagian akan kita panggil kembali,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Selasa (5/1/2020).

Irin tentunya punya catatan khusus dari paramedis yang pernah dikontrak itu, yang masih cukup layak untuk dikontrak kembali. Dan ditempatkan di shelter baru tersebut. Untuk bertugas di shelter baru, pihaknya membutuhkan sedikitnya 11 paramedis.

“Untuk shelter baru di sentra IKM kampung reyog, kami membutuhkan 11 paramedis,” katanya.

Shelter baru masih dalam proses pembangunan. (Foto/Istimewa)

Selain paramedis, Irin juga akan merekrut 2 dokter umum. Dokter ini rencana akan menangani masing-masing shelter, yakni shelter baru di sentra IKM kampung Reyog dan shelter di bekas gedung Perpusda. Selama ini, Dia mengaku bahwa yang melakukan penanganan di shelter masih pakai dokter dari puskesmas terdekat.

“Jadi dengan adanya 2 shelter ini, kami akan melakukan perekrutan 2 dokter untuk menangani masing-masing shelter,” katanya.

Untuk diketahui, meningkatnya kasus Covid-19 di bumi reyog, membuat satgas penanggulangan Covid-19 di Ponorogo membuat shelter baru. Sebab tempat isolasi di rumah sakit rujukan dan shelter di bekas gedung perpusda di jalan Trunojoyo mulai penuh. Pemkab akhirnya menentukan shelter baru tersebut, di salah satu gedung di sentra IKM kampung Reyog. Meski sempat ditolak oleh perajin, pembangunan shelter di sentra IKM itu terus berlanjut. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar