Pendidikan & Kesehatan

Shelter Baru di Ponorogo untuk Isolasi Pasien OTG dan Gejala Ringan

Petugas Dinkes Ponorogo saat mengecek ruangan shelter baru di sentra IKM Kampung Reyog. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Shelter baru di sentra industri kecil menengah (IKM) Kampung Reyog bisa menampung 60 hingga 72 pasien Covid-19. Penambahan tempat isolasi ini tentunya sebagai angin segar bagi Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo.

Pasalnya, jumlah pasien konfirmasi baru di bumi reyog setiap hari bertambah. Data terakhir, tercatat ada 241 orang menjalani isolasi. “Kalau tempat tidur sudah masuk semua, pekan depan shelter ini sudah bisa dipakai untuk isolasi,” kata Kabid Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Ponorogo Hermansyah, Kamis (14/1/2020).

Hermansyah menyebut, nantinya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di shelter baru ini, hanya yang berstatus orang tanpa gejala dan pasien yang hanya bergejala ringan. Dimana, mereka belum butuh untuk dilakukan perawatan di rumah sakit.

“Kami tidak ambil risiko, pasien yang bergejala sedang sampai berat tidak akan ditempatkan di isolasi shelter ini. Ya mereka tetap ditempatkan di isolasi rumah sakit rujukan,” katanya.

Untuk merawat dan memonitor keadaan pasien di shelter, disiapkan 11 paramedis dan satu dokter. Tenaga kesehatan ini nantinya dibagi beberapa shift. Mengikuti jumlah pasien yang menghuni shelter tersebut. “Tetapi kalau pasien di shelter baru ini sudah banyak, setiap shift akan dijaga minimal 4 nakes,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan shelter baru di sentra industri kecil menengah (IKM) Kampung Reyog progressnya sudah mencapai 99 persen. Sarana dan prasarana dari Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah bisa mulai masuk ke setiap ruangan. Misalnya tempat tidur dan lemari kecil untuk tempat pakaian bagi pasien isolasi nantinya.

Kabid pelayanan kesehatan Dinkes Ponorogo Hermansyah mengungkapkan, gedung yang terdiri dari 12 ruangan itu, kata Hermansyah semuanya sudah dipasang exhaust fan. Dimana exhaust fan ini sudah dilengkapi dengan lampu sinar UV.

Sehingga begitu udara disedot, dan melewati sinar tersebut, virusnya akan mati. “Exhaust fan dilengkapi lampu sinar UV yang berfungsi untuk mematikan virus saat dilakukan penyedotan,” katanya.

Selain itu, disetiap ruangan juga difasilitasi oleh westafel, untuk kebutuhan cuci tangan bagi pasien yang menjalani isolasi. Dimana limbah dari westafel itu tempatnya disendirikan. Supaya tidak melebar kemana-mana.

Diluar ruangan, juga disediakan lorong cukup panjang lebar. Lorong tersebut digunakan untuk pasien saat siang hari berjemur untuk mendapatkan sinar matahari dan berolahraga. “Alat kesehatan untuk pemeriksaan standar sudah disiapkan, begitupun juga untuk emergency. Semoga minggu ini sudah masuk semua dan ready,” pungkasnya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar