Pendidikan & Kesehatan

Setiap Mengajar, Sampaikan ‘Pesan Ibu’ Wajib 3M

Sumenep (beritajatim.com) – Fathurrahman (38), guru SDN Batuputih Laok III, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep ini masih semamgat mengajar di tengah situasi pandemi yang belum berakhir.

Metode mengajar yang diterapkan Fathurrahman ini memang sedikit berbeda dengan guru-guru lain. Tidak sekedar teknik tatap muka yang dilakukannya, tetapi juga metode pengajarannya. Pria yang juga dikenal sebagai pendongeng dengan nama ‘Kak Avan’ ini memilih ‘mengalah’ dengan mendatangi siswanya bergiliran dari rumah ke rumah, sambil membawa buku-buku bacaan yang dipinjamkan pada siswa.

“Saya banyak mengajar anak-anak yang masih kelas I, kelas II, dan kelas III. Mangkanya saya memilih metode pelajaran seperti mendongeng untuk anak-anak. Supaya mereka senang dan punya semangat belajar,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Ia rutin mendatangi rumah siswa-siswinya sejak awal masa pandemi hingga saat ini. Memaksakan mengajar dengan metode daring diyakini tidak efektif untuk sekolah di pelosok desa dengan kondisi anak-anak yang kurang mampu secara finansial.

“Banyak yang tidak punya android. Kalaupun ada android, sinyal internet juga sulit disini. Jadi tidak efektif juga kalau pembelajaran jarak jauh dengan metode daring,” ujarnya.

Selama mengajar di masa pandemi, Fathurrahman tidak pernah lupa menyelipkan pesan agar anak-anak mematuhi protokol kesehatan. Dengan bahasa yang ringan, ia ingin meyakinkan anak-anak, bahwa penularan Covid bisa dicegah apabila taat protokol kesehatan.

“Saya tidak pernah bosan menyelipkan pesan pada anak-anak, agar selalu ingat pesan ibu, yakni 3 M. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” tuturnya.

Ia pun memulai dari dirinya sendiri untuk mematuhi protokol kesehatan. Setiap berkeliling untuk mengajar, ia selalu menge akan masker. Setiba di rumah siswa, ia pun bergegas mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak meski mengajar dengan sistem tatap muka.

“Masih banyak yang belum paham tentang virus corona. Agak susah memang menjelaskan pada anak-anak, karena ini kan virus. Sesuatu yang tidak nampak. Karena itu, saya lebih sering memlih metode mendongeng agar anak-anak lebih bisa memahami tentang protokol kesehatan,” ungkapnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar