Pendidikan & Kesehatan

Kekurangan Murid

Setelah Ditutup, SDN Kesiman Trawas Jadi TK Negeri

Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah resmi ditutup, SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto beralih fungsi menjadi TK Negeri. Bangunan SDN Kesiman yang sudah tidak lagi dipakai kini digunakan untuk proses belajar mengajar TK Negeri Pembina 1 Trawas (19/7/19).

SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto kini memang resmi ditutup pada tahun ajaran 2019/2020.

Alasan utama penutupan akibat kurang murid yang mendaftar. Ini sudah berlangsung lima tahun terakhir. SDN Kesiman dinilai kurang diminati karena ada sekolah setara yang lebih favorit di daerah tersebut, seperti SD Muhammadiyah, dan MI.

DisPendik (Dinas Pendidikan) Kabupaten Mojokerto akhirnya memutuskan untuk menutup Sekolah Dasar Negeri ini.

Keadaan bangunan SDN Kesiman yang masih sangat layak pakai ini, akhirnya dimanfaatkan untuk gedung TK Negeri Pembina 1 Trawas. Ini merupakan TK Negeri pertama yang didirikan di Kecamatan Trawas.  Sementara itu ruangan dari SDN Kesimann, yang dipakai untuk proses belajar mengajar TK Negeri Pembina 1 Trawas hanya berjumlah satu ruangan.

Saat ditemui SDN Kesiman, empat Guru TK yang sedang menghias salah satu ruangan disana membagikan beberapa informasi.

Salah satu Guru TK, Fitri mengungkapkan bahwa memang dirinya dan ketiga orang kawan lainnya ditugaskan untuk mengajar di TK Negeri Baru ini.

“Saya dan Bu Endang memang pindahan dari TK Dharma Wanita sebelah, kan sekarang Guru Negeri harus mengajar di instansi Negeri, kalo yang dua ini masih guru bantu disini ” jelas Fitri.

TK Negeri Pembina 1 Trawas di tahun pertama ini mendapat siswa sebanyak 20 anak.

“Ini ada 20 anak yang sudah mendaftar,” kata Fitri

Saat ditanya tentang kesulitan yang dihadapi, Fitri hanya menjawab bahwa mempersiapkan semua dari awal memang menjadi tantangan tersendiri.

“Ya bikin hiasan TK dari awal ini yang agak repot, ini kan awalnya SD jadi hiasan kelasnya gak ada, ini kita buat dari awal” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi agar kekurangan murid tidaka terjadi di TK ini, Fitri mengatakan bahwa dirinya dan yang lain siap untuk lebih kreatif kedepannya.

Sarana prasarana yang ada di ruang kelas juga masih minim. Siswa masih menggunakan karpet untuk alas belajar. “Ini kita kan sambil jalan jadi ya belum beres semua, masih dalam proses, sementara ya pakai karpet dulu” Ungkap wanita yang sudah 16 tahun menjadi guru ini.[lis/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar