Pendidikan & Kesehatan

Setahun Terkurung, Dinsos Bakal Bawa Hengki ke RSJ

Hengki Ria Setiawan saat terkurung di ruangan berdinding dan beratap beton dengan pintu besi yang terkunci. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo Supriyadi angkat bicara terkait terkurungnya Hengki Ria Setiawan (28). Ya, warga warga Dusun Mingging Desa Grogol Kecamatan Sawoo itu, dalam setahun terakhir hidup di dalam ruangan berukuran 2 meter × 2 meter yang terbuat dari beton. Dia tidak bisa keluar lantaran satu-satunya pintu yang terbuat dari besi itu terkunci rapat.

Supriyadi rencananya akan merujuk Hengki ke rumah sakit jiwa (RSJ). Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo untuk memeriksa secara medis. Sebab, menurutnya prosedurnya ada komunikasi dengan Dinkes, bahwa Hengki ini sakit. Dan akan diberi rekomendasi dirujuk ke rumah sakit yang akan dituju. “Ini kami sedang menjalin komunikasi dengan Dinkes, untuk membuat surat rujukan ke RSJ,” kata Supriyadi, Jumat (19/2/2021).

Hengki sendiri sebelumnya sudah beberapa kali menjalani perawatan, salah satunya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang. Selama kurang lebih 30 hari di rawat disana, kondisi Hengki sudah stabil. Sehingga oleh pihak rumah sakit sudah diperbolehkan pulang.

Namun, menurut warga disekitar rumahnya, Hengki kembali kambuh dan mengamuk. “Warga kemungkinan enggan menerimanya jika kembali lagi ke masyarakat,” katanya.

Terkait penolakan dari warga tersebut, Supri mengaku pihaknya sudah menemukan solusinya. Nanti usai pengobatan, Hengki akan dikirim ke panti rehabilitasi di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah untuk merawat Hengki. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan panti rehabilitasi di Pati, untuk merawat Hengki jika enggan diterima di lingkungannya,” katanya.

Dari laporan yang diterimanya, Supri mengetahui jika Hengki sudah dikurung selama kurang lebih setahun ini. Jika dilihat dari kondisi dan obrolannya, Hengki layaknya orang normal. Niatan untuk mengurung Hengky datang dari warga setempat yang resah dengan kelakuannya yang sering mengamuk.

“Informasinya kalau ketemu orang-orang baru dia kelihatan biasa dan baik sekali. Tetapi kalau dengan orang yang dikenal di lingkungannya ngamuk-ngamuk,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kebebasan Hengki Ria Setiawan (28) terbelenggu dalam kurun waktu setahun terakhir. Bagaiman tidak, warga Dusun Mingging Desa Grogol Kecamatan Sawoo itu hidup di dalam ruangan berukuran 2 meter × 2 meter yang terbuat dari beton. Dia tidak bisa melihat indahnya mentari terbit maupun tenggelam, lantaran ruangan tersebut hanya ada satu pintu dari besi yang terkunci.

Praktis Hengki seperti orang dipenjara meski berada di rumahnya sendiri. Dalam ruangan itu, hanya ada kasur tipis dan jamban untuk Dia buang hajat. Untuk menerima makan dan minuman, hanya disediakan lubang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 20 centimeter × 10 centimeter. Satu lampu bohlam kecil satu-satunya penerapan di ruang tersebut.

Hengki mengaku Dia dikurung karena lantaran warga lingkungannya resah. Dia, oleh warga dianggap gila dan sering mengamuk serta dianggap membahayakan warga. Akan tetapi Dia tidak merasa melakukan hal tersebut. Dia mengaku hanya berselisih dengan keponakannya. Hengki saat itu menanduk keponakannya hingga jatuh. Perselisihan itu terjadi karena Dia sakit hati dipicu oleh persoalan pribadi di keluarganya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar