Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Seragam Berbahan Polyester Dianggap Tidak Baik Buat Siswa

Pasuruan (beritajatim.com) – Pelelangan kain seragam SD dan SMP di Kota Pasuruan terus disoroti masyarakat. Pasalnya pelelangan kain seragam yang berbahan baku polyester ini kurang cocok dikenakan pada anak sekolah.

Sehingga Koalisi Peduli Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAI) Kota Pasuruan Agus Heru Setiawan menyoroti hal ini. Dirinya menyayangkan pemimilihan kain polyester ini sudah mengabaikan hak hidup layak terhadap anak.

“Pemkot, dalam hal ini Dinas Pendidikan terkesan abai dengan hak dasar anak. Siswa, anak-anak kita butuh sesuatu yang layak. Itu hal dasarnya,” tegas Agus, Jumat (5/11/2021).

Tak hanya itu penggunaan kain polyester ini juga disinyalir adanya pengkondisian dalam pelelangannya. Dari pantauan reporter beritajatim melalui website lpse.pasuruan.go.id dalam pelelangan terdapat tiga CV yang dimana labnya sama.

Pelelangan kain seragam SD dan SMP Kota Pasuruan ini semuanya berkisar Rp 9 Miliar. Menurut Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki pelelangan ini sudah dilaksanakan pada tahun 2020 namun baru terealisasikan sekarang.

“Itu seharusnya dilaksanakan pada tahun kemaren yakni 2020, karena gagal lelang, baru dilaksanakan tahun ini. Namun sekarang anggaran pengadaan kain sudah ditambah dengan ongkos biaya jahitnya,” kata Ismail. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar