Pendidikan & Kesehatan

Sepuluh Hari ‘Lockdown’, Bantuan Pemerintah Baru Mengucur

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Daerah Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengucurkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 di tujuh desa di Kecamatan Saronggi yang menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).

“Kami sudah menyalurkan bantuan ke warga Saronggi sejak kemarin. Bantuan itu berupa beras 5 kilo, minyak goreng, gula, dan mie instan,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Kamis (01/10/2020).

Kebijakan ‘lockdown’ terbatas bagi 7 desa di Kecamatan Saronggi itu berlaku sejak 21 September 2020. Artinya bantuan dari pemerintah daerah itu baru diterima warga setelah 10 hari menjalani ‘lockdown’.

“Bantuan itu diserahkan langsung ke masing-masing pemerintahan desa untuk disalurkan kepada masyarakat. Sasarannya diutamakan bagi yang terdampak Covid-19 dan tidak mampu. Per desa ada 75 paket sembako,” papar Rahman Riyadi.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan BPBD Sumenep di luar bantuan yang diberikan Dinas Sosial (Dinsos) setempat. “Kalau yang dari Dinsos hanya bagi yang di-rapid test. Mudah-mudahan nanti semua masyarakat yang terdampak mendapat bantuan,” ujarnya.

Tujuh desa di Kecamatan Saronggi yang menerapkan PSBM yakni Desa Saroka, Kebun Dadap Barat, Kebun Dadap Timur, Tanah Merah, Langsar, Tanjung, dan Pagar Batu

Keputusan memberlakukan ‘lockdown’ lokal khusus Kecamatan Saronggi berdasarkan kesepakatan bersama antara forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), forum pimpinan kecamatan (Forpimka) dan seluruh kepala desa di kecamatan tersebut.

Kebijakan itu diambil menyusul data yang ada pada tim gugua Covid-19, jumlah warga Saronggi yang positif terpapar Covid-19 cukup tinggi yakni sebanyak 33 orang. Dari angka tersebut, 6 diantaranya meninggal dunia. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar