Pendidikan & Kesehatan

Sepi Akibat Pandemi Corona, Sejumlah Hotel di Malang Pilih Tutup

Ibadah Salat Jumat tetap dilakukan secara khusuk di Masjid Agung Jami' di Jalan Merdeka Barat, Kota Malang, Jumat, (20/3/2020).

Malang(beritajatim.com) – Sejumlah hotel di Kota Malang memilih tutup lantaran sepi tak ada tamu yang berkunjung. Lesunya bisnis perhotelan di Kota Malang tidak terlepas dari pandemi virus corona Covid-19. Apalagi wilayah Kota Malang masuk zona merah Covid-19.

“Sampai saat ini sudah sembilan hotel yang tutup di tengah wabah corona. Bahkan beberapa hotel ada yang tidak ada tamu sama sekali. Sehingga beberapa pertimbangan, mereka memutuskan untuk tutup,” papar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang Dwi Cahyono, Jumat, (3/4/2020).

Dwi mengungkapkan, jumlah okupansi di hotel menurun drastis. Bahkan mencapai di bawah 10 persen. Tentu angka ini tidak sebanding dengan biaya operasional hotel. Sehingga mereka memilih tutup apalagi kegiatan MICE seperti metting, atau kegiatan pertemuan tidak diperbolehkan karena ada anjuran psycial distancing.

“Hotel tutup karena okupansi yang berada di bawah 10 persen. Penyelenggaraan MICE seperti metting, pertemuan tidak boleh karena ada aturan psycial distancing,” ujar Dwi.

Selama masa penutupan ini, otomatis semua karyawan hotel dirumahkan oleh pemilik hotel. Sebagian dari mereka ada yang mendapat gaji namun hanya sebesar 20 persen. Beberapa lainnya bahkan ada yang tidak mendapatkan upah sama sekali karena hotel ditutup sementara waktu.

“Setiap hotel mempunyai kebijakan berbeda. Saya berharap hal ini tidak berlangsung lama. Apabila sampai tiga bulan, mungkin banyak hotel yang akan bangkrut,” tandas Dwi. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar