Pendidikan & Kesehatan

Sepekan Puasa Ramadan, Stok Darah di PMI Bojonegoro Menipis

Petugas UDD PMI Kabupaten Bojonegoro sedang melakukan pengecekan stok darah yang masih tersedia.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tidak terasa puasa Ramadan sudah memasuki hari ketujuh. Selama sepekan berjalan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menipis.

Minimnya persediaan daerah tersebut dipengaruhi karena kondisi Pandemi Covid-19 dan selama menjalankan puasa membuat warga enggan untuk mendonorkan darah.

Kepala UDD PMI Kabupaten Bojonegoro Imam Sutrisno mengatakan, meski dalam sutuasi Pandemi Covid-19 maupun selama puasa Ramadan, PMI memiliki kewajiban untuk menyediakan stok darah yang cukup. Sebab, kebutuhan darah sendiri tidak mengalami penurunan.

“Jumlah pendonor selama Pandemi ini berkurang hingga 50 persen. Ditambah sekarang bulan puasa, sehingga sangat berdampak pada jumlah stok darah di PMI Bojonegoro,” ujarnya, Selasa (20/4/2021).

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mendonorkan darahnya dan tidak perlu khawatir terinfeksi Covid-19. Karena proses donor darah dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain menunggu pendonor datang, PMI Bojonegoro juga melakukan jemput bola dengan menggunakan bus donor darah.

“Untuk mengantisipasi kekosongan stok darah, UDD PMI Bojonegoro membuka layanan donor darah setiap salat tarawih di masjid seputaran kota,” jelasnya.

Sementara diketahui, hingga kemarin persediaan stok darah sebanyak 340 kantong yang terbagi dalam berbagai golongan darah. Sementara, stok darah dinilai aman jika sudah mencapai sekitar 500 kantong darah. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar