Pendidikan & Kesehatan

Sepanjang PPKM, Rasio Tracing di Magetan Naik Turun

Petugas Dinas Kesehatan Magetan saat melakukan swab pada pengunjung angkringan di wilayah Kecamatan Magetan bulan lalu. (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com) – Rasio tracing di Magetan masih naik turun. Dari yang tadinya 1:11 bisa sampai 1: 4. Namun, masih stabil di angka 1:4 atau 1:5.

‘’Kami masih terkendala meningkatkan rasio tracing,’’ ungkap dr. Rohmat Hidayat Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit DInas Kesehatan Magetan, Kamis (28/7/2021)

Untuk Magetan, rasio tracing hanya bisa dinaikkan sampai 1: 10. Dimana satu orang positif berarti ada sepuluh orang disekitarnya yang akan menjalani testing atau tes usap. Tentunya dengan jumlah laboraturium yang ada, dia memperkirakan kalau masih bisa dinaikkan sampai angka tersebut.

‘’Rasio ini kami ambil bukan dari jumlah update positif tiap hari, tapi dari jumlah spesimen yang kami ambil dalam sehari dan jumlah yang positif dari seluruh spesimen itu,’’ terang Rohmat.

Dengan ditingkatkannya jumlah ornag yang ditracing, dia mengklaim kalau seluruh pasien yang positif bisa segera terjaring. Utamanya untuk orang – orang yang banyak kontak erat di lingkungan rumah, kemungkinan bukna hanya keluarga dekat saja, tapi juga orang – orang yang kontak selain di rumah juga akan ikut diperiksa.

‘’Berbeda dengan tracing klaster kantor yang sekali tracing dan testing bsia mencapai empat puluh orang,’’ terangnya.

Sayangnya, dia melihat kalau tracing di Magetan masih jauh dari standar WHO. Setidaknya 1:30. Untuk mencapai 1:10 saja sudah kesulitan. Karena masyarkaat menolak atau tidak jujur saat ditanyai petugas. Bahkan, pihaknya merasa kewalahan jika mereka sendiri yang melakukan tracing dan testing.

‘’Adanya satgas di desa kan seharusnya membantu kami melakukan tracing, atau pelacakan terhadap kontak erat dari pasien positif,’’ ungkapnya.

Padahal, seharusnya satgas desa terlebih dulu yang seharusnya mencari orang – orang yang kontak erat dengan pasien. Sekaligus, pasien diberi edukasi untuk berkata jujur pada tenaga kesehatan.

‘’Jika memang bergejala dan hasil menunjukkan kalau positif Covid-19 maka bukan di-covid-kan. Kami kan mendasar dari hasil tes swab antigen ataupun PCR,’’ katanya. (fiq/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar