Pendidikan & Kesehatan

Seorang Guru Positif Covid-19, Jadwal Pembelajaran Tatap Muka SMKN 1 Bojonegoro Tetap Berlanjut

Dokumen saat Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SLB Kelurahan Sumbang.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu guru yang mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19). Meski begitu, pihak sekolah mengaku akan tetap melakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Bojonegoro, Fatkhur Rokhim, pihaknya kini belum menerima surat untuk menghentikan proses pembelajaran secara tatap muka. Evaluasi dari pihak sekolah sendiri dinilai berjalan lancar. “Proses pembelajaran tatap muka sekarang masih tetap berlanjut dan berjalan lancar,” ujarnya, Selasa (29/9/2020).

Sistem pembelajaran tatap muka dengan jumlah siswa 25 persen dari jumlah siswa dikelas, atau sebanyak sembilan anak setiap kelas. Tatap muka tetap dilakukan untuk memenuhi target kurikulum. Jadwal Pembelajaran di sekolah percontohan tatap muka itu digelar pada 18 Agustus hingga 18 September lalu. “Kedepan tatap muka akan digelar lagi pada tanggal 5 Oktober. Kita juga rutin melakukan koordinasi dengan tim Gugus Tugas Kabupaten untuk melakukan evaluasi,” ujarnya.

Menurut Rokhim, salah seorang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bukan dari cluster sekolah. Namun, terpapar dari luar sekolah. Saat ini, satu guru itu sudah menjalani isolasi mandiri di rumah. “Sekolah juga sudah melakukan rapid tes kepada 110 guru yang ada,” terangnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro dan Tuban, Adi Prayitno mengungkapkan, mulai tanggal 17 September proses pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Bojonegoro sebagai sekolah uji coba penerapan pembelajaran tatap muka itu dihentikan karena ada satu guru yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Hasil tracing (penelusuran) satu guru yang terkonfirmasi positif itu sempat mengunjungi keluarganya yang ada di Surabaya. Semua guru di SMKN 1 Bojonegoro sudah ditracing,” pungkasnya.

Sementara diketahui, sejak 18 Agustus lalu tiga sekolah di Bojonegoro diterapkan ujicoba pembelajaran tatap muka. Tiga sekolah itu, SMKN 1 Bojonegoro, SMAN 1 Bojonegoro dan SMP LB di Kelurahan Sumbang. Tiga sekolah yang menjadi ujicoba itu akan dievaluasi untuk menentukan kebijakan kedepan dalam memutuskan sistem pembelajaran di sekolah. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk