Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Senangnya Anak Banyuwangi Bisa Divaksin

Petugas medis memberikan suntikan vaksin kepada anak SDN Penganjuran, Banyuwangi. (rin)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pagi itu cuaca cerah, tampah secerah anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Penganjuran Banyuwangi. Mereka datang ke sekolah dengan rona keceriaan tak seperti biasanya.

Mereka tahu kalau hari itu adalah saat yang dinanti. Ya, ada jadwal suntik vaksinasi Covid-19 di sekolah. Dari sekian banyak siswa memang tak semua ceria. Ada beberapa yang murung karena takut akan disuntik. Tapi tak begitu bagi Jacklin Junior. Salah satu siswa kelas 6 di SD setempat.

Dia mendapat giliran suntik vaksinasi. Begitu namanya dipanggil, dia sempat grogi menatap petugas medis di depannya. Tapi selang waktu berjalan perasaan ragu hilang. Seiring jarum suntik yang menancap di lengan kirinya. “Tadinya grogi Bu. Tapi ternyata enggak sakit sama sekali. Seperti tidak disuntik. Gak perlu takut kok,” kata Jacklin bersemangat.

Sejak itu, dirinya menjadi penyemangat teman lainnya. Bahkan, dengan semangat dia menyampaikan kalau disuntik vaksin itu tidak sakit. “Ayo teman-teman segera vaksin biar enggak kena Covid-19. Enggak sakit kok,” lanjut Jacklin menyemangati teman-temannya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan Banyuwangi telah melaksanakan vaksinasi Covid 19 untuk usia anak.“Bismillah, kita telah mulai melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. InshaAllah besok akan kita laksanakan lebih masif di sekolah-sekolah,” kata Ipuk.

Ipuk sangat senang karena vaksinasi ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Selain itu, siswa-siswa juga terlihat siap menyambut program ini. Ipuk pun menyemangati mereka.

Dalam kesempatan itu, Ipuk berpesan agar agar pihak sekolah dan orang tua siswa mendukung pelaksanaan dan percepatan vaksin Covid 19 di kalangan anak. Ini perlu diperlukan untuk membentengi anak dari risiko penularan. “Ini adalah cara kita agar pembelajaran tatap muka lebih terjamin dari sisi kesehatan,” pesan Ipuk.

“Saya juga meminta agar semua guru dan puskesmas lebih memperhatikan gejala KIPI untuk anak-anak. Segera laporkan kalau ada gejala, kita semua harus tanggap,” imbuh Ipuk.

Sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyebut total sasaran vaksinasi anak di Banyuwangi sebanyak 146.127 anak. Vaksin yang digunakan untuk anak ini adalah Sinovac. Dengan ketentuan, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 28 hari. Serta diawali dengan proses skrining kesehatan sesuai dengan format standar yang berlaku. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar