Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Sempat Terburuk, Kualitas Udara di Gresik Mulai Membaik

ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)- Kualitas udara di Kota Gresik sempat menjadi yang terburuk se-Jawa Timur. Namun, adanya covid-19 yang berimbas pembatasan aktivitas masyarakat. Perlahan kualitas udara mulai membaik berdasarkan indeks kualitas udara (IKU).

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik, IKU Gresik pada 2019 lalu berada di angka 65,81. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Gresik Mokh Najikh menuturkan, saat ini IKU di Gresik memang cukup tinggi. Hal itu tidak jauh dari banyaknya industri di Gresik. Namun, jika dilihat dari data, selama pandemi kemarin turut memperbaiki IKU di Gresik.

“Tahun lalu IKU di Gresik terbilang cukup bagus. Yakni 80,99 dari target yang ditetapkan Kementrian KLHK sebesar 83,54. Meski masih dibawah target, tapi peningkatan kualitas udara selama pandemi cukup baik,” tuturnya, Kamis (19/05/2022).

Najikh menambahkan, tidak bisa dipungkiri dengan banyaknya industri di Gresik membuat IKU juga tinggi. Terutama di beberapa wilayah dengan padat industri. Tapi, adanya kewajiban penghijauan 10 persen area industri bisa mengurangi polusi udara.

“Tahun 2022 Gresik mendapat target sebesar 83,64. Meski kurang 2,65, jumlah itu masih cukup berat. Untuk itu, pihaknya getol mengembangkan wilayah kawasan ekosistem esensial (KEE) di Ujungpangkah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, wilayah KEE memiliki 1.554 hektar, cukup berdampak bagi kualitas udara di Gresik ke depannya. Karena itu, DLH Gresik turut menggandeng perusahaan untuk mengembangkan wilayah tersebut. “CSR beberapa perusahaan di Gresik nantinya lebih difokuskan ke pengembanban ekosistim serta hutan kota untuk meminimalisir polusi udara,” tandasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar