Pendidikan & Kesehatan

Sempat Berkunjung ke Zona Merah Surabaya, PDP Asal Kabupaten Mojokerto Meninggal

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra

Mojokerto (beritajatim.com) – Satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Mojokerto meninggal. Pasien berjenis kelamin laki-laki ini, meninggal setelah menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di Kota Mojokerto, Selasa (14/4/2020) kemarin petang.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra membenarkan, pasien berusia 76 tahun tersebut masuk dalam kategori PDP. “Iyaa mbk. Betul (PDP). Korban meninggal di salah satu RS swasta di Kota Mojokerto petang kemarin,” ungkapnya, Rabu (15/4/2020).

Masih kata dr Langit, pasien masuk dengan keluhan badan menggigil dan deman usai dari Kota Surabaya. Pasien mengaku dari Kota Surabaya dan setelah mandi mengeluh demam serta sesak nafas. Pasien sempat pingsan hingga akhirnya dibawa ke IGD RS pada, Senin (13/4/2020).

“Namun setelah menjalani perawatan satu hari, pasien meninggal kemari pukul 17.20 WIB. Penyebab pasien meninggal kami belum tahu karena foto thoraks sebagai analisa awal adanya gangguan pernafasan belum keluar. Termasuk uji swab belum dilakukan, namun hasil klinis menunjukan jika pasien memiliki komorbid (penyakit penyerta),” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, penyakit penyerta yang diderita pasien yakni jantung dan hipertensi. Dinkes Kabupaten Mojokerto akan melakukan tracking (pelacakan) sesuai riwayat atau rekam jejak pasien sebelum ke RS.

“Pasien juga sudah tua. Kalau tracking sudah pasti akan kami lakukan penelusuran sampai ke pihak keluarga. Pasien sudah langsung dimakamkan di alamat pasien sesuai standar operasional prosedur Covid-19. Yakni menggunakan APD lengkap,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menambahkan, pemakaman PDP di Kabupaten Mojokerto tidak ada penolakan dari warga. Meski sebelumnya warga di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menolak adanya rencana pemakaman khusus pasien Covid-19 di Lahan Perhutani Petak 81D. “Tidak ada penolakan kan kemarin,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar