Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Sembuh, Pasien Omicron di Lamongan Diizinkan Pulang

Varian Omicron. Foto: ilustrasi

Lamongan (beritajatim.com) – Lantaran dinyatakan sembuh dan hasilnya negatif, seorang pasien positif Covid-19 varian Omicron di Lamongan telah diizinkan pulang dari rumah sakit.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr Taufik Hidayat. Menurutnya, pasien Omicron yang masih berstatus pelajar tersebut saat ini dalam kondisi membaik. “Betul, sudah selesai karantina dan sudah dipulangkan dari rumah sakit, hasilnya juga sudah negatif,” kata Taufik Hidayat, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/1/2022).

Lebih lanjut mengenai kasus Omicron, Taufik menjelaskan, jika saat ini Satgas Covid-19 Lamongan sedang menunggu 2 (dua) sampel lagi yang sudah dikirimkan ke Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium.

Terkait hasilnya, lanjut Taufik, untuk sementara belum diketahui karena belum keluar. “Untuk varian Omicron masih menunggu lagi ada 2 sampel yang dikirim ke Surabaya. Tapi hasilnya belum keluar,” imbuhnya.

Secara rinci, Taufik memaparkan, bahwa 2 sampel yang dikirim ke Surabaya tersebut, saat ini kondisi pasien dalam keadaan sehat dan tanpa gejala. Taufik menyebut, keduanya, sudah menjalani vaksin dan tengah menjalani karantina yang sudah terhitung hari ke-4. “Semua sehat-sehat tanpa gejala, karena sudah vaksin dan masih karantina hari ke 4,” paparnya.

Selain itu, Taufik menyampaikan, tracing dan testing juga terus dilakukan terhadap 40 warga yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien. Hasilnya, diketahui semuanya negatif. “Sudah sekitar 40 orang (yang di tracing dan testing), yang merupakan kontak erat dilakukan pemeriksaan. Hasilnya negatif semua,” ujar Taufik.

Berdasarkan data yang diserap dari Dinkes Lamongan saat ini, terdapat 11 pasien yang aktif Covid-19 di Lamongan. Naik 5 pasien dari hari sebelumnya yang hanya 6 pasien aktif. “Tetap waspada, tetap patuhi protokol kesehatan, khususnya pada lansia dan yang punya penyakit kronis dan yang belum divaksin,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar