Pendidikan & Kesehatan

Semakin Menipis, FISIP Unair Sumbang APD ke RSUA

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) sebagai salah satu RS Rujukan Penanganan Covid19 terus membutuhan tambahan stok Alat Pelindung Diri (ADP). Oleh karenanya, para dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair mengambil insiatif untuk menggalang dana untuk dibelikan berbagai macam ADP yang dibutuhkan.

Melalui Dr Liestianingsih Dwi D sumbangan tersebut diserahkan kepada pihak RSUA yang diwakili oleh Dr Hamzah dr selaku Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan, Jumat (20/3/2020).

Dr Lies mengatakan bahwa insiatif ini dilakukan secara spontan dikarenakan situasi yang kian mengkhawatirkan. Penggalangan dana ini pun hanya dilakukan 1 hari. Sumbangan tersebut berupa 25 liter hand sanitizer, 10 pack masker dan vitamin.

“Kami menyadari bahwa masih banyak ADP yang dibutuhkan, karena teman temam medis ini bekerja sendirian digarda depan dalam penanggulangan Covid 19 ini. Kami donasi kami hanya kami lakukan selama 1 hari kemudian langsung beli beli ADP baik online maupun offline dengan mengerahkan banyak orang,” ujar Lies.

Lie pun mengatakan bahwa masih donasi masih terus dilakukan. Hasil donasi yang datang belakangan juga akan dirupakan ADP. Ia ingin memberikan contoh bahwa masyarakat juga memiliki andi dan menjadi inisiator juga penting.

“Kami berkejaran dengan waktu untuk membeli ADP ini karena dari waktu ke waktu meningkat cukup drastis. Oleh karenanya kami tidak mengumpulkan dana dengan sistem keep berhari hari, hari ini dapat hari ini kami beli,” ungkapnya.

Dr Hamzah pun mengatakan bantuan seperti ini akan sangat bermanfaat bagi staf medis. Karena di RSUA saat ini terjadi pengoptimalan APD, khususnya masker dan hand sanitizer.

“Sekali lagi atas nama Direktur Rumah Sakit menyampaikan terima kasih banyak atas beberapa bantuan yang telah diberikan kepada kami baik yang berasal dari internal Universitas Airlangga maupun dari ekstra Unair. Jadi beberapa bantuan telah kami terima terutama untuk alat APD,” ungkap dr Hamzah.

Dr Hamzah mengatakan bahwa APD selalu dibutuhkan dan dalam keadaan bencana seperti ini memang selalu kekurangan.
Sementara itu, APD berupa gown atau yang serupa baju astronot yang dipunyai RSUA hanya dapat bertahan hingga dua hari. Sedangkan untuk pelindung mata dan masker N95 hanya cukup tiga hari

“Kami bisa bertahan sampai dua harian untuk penggunaan AD. Sementara untuk pelindung mata, masker N95 cukup untuk tiga hari,” ujarnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar