Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Seleksi CASN, Bupati Ipuk : Jangan Tertipu Janji Orang

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pelaksanaan tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) menjadi sorotan. Tidak hanya menyita peserta yang cukup banyak, tetapi juga dampak dari kegiatan ini juga bisa jadi membuka peluang bagi warga yang tak bertanggungjawab.

Berdalih mengobral janji dapat meloloskan peserta menjadi ASN menjadi modusnya. Tak terkecuali di Banyuwangi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengingatkan keras agar peserta tidak mempercayai orang tertentu yang dapat meluluskan menjadi ASN. Karena itu pasti adalah tipu daya. Apalagi harus dengan mengeluarkan biaya.

“Ujian dilaksanakan berbasis komputer dengan pelaksanaan yang transparan. Nilainya juga bisa dilihat karena ditayangkan langsung, sehingga benar-benar terbuka. Jadi jangan percaya apabila ada pihak yang menyatakan bisa menjamin diterima menjadi ASN, jangan tertipu, karena tidak ada yang bisa mengintervensi,” jelas Ipuk.

Pelaksanaan ujian dilaksanakan secara online menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). “Keluarga peserta maupun masyarakat umum bisa melihat langsung nilai ujian melalui live streaming youtube Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” katanya.

Di Banyuwangi, lanjut Ipuk, ada sebanyak 1785 peserta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mulai menjalani seleksi kompetensi di Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi. Peserta CASN tersebut terdiri atas 1537 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 248 peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Untuk CPNS melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilaksanakan mulai 20 hingga 27 September. Sementara PPPK Non Guru menjalani seleksi kompetensi yang dilaksanakan, mulai 28 hingga 29 September,” terangnya.

Bupati Ipuk juga memastikan pelaksanaan berjalan normal dan lancar. “Saya ingin memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar. Apalagi semalam akses internet dari salah satu operator telekomunikasi sempat down,” kata Ipuk.

“Alhamdulilah tadi saya lihat, akses internet sudah mulai normal kembali. Semoga pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala,” tambah Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga mengingatkan agar peserta tetap menjaga kesehatan dan terus menerapkan protokol kesehatan. “Tetap jaga kesehatan dan semoga sukses,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi menyiapkan 100 komputer untuk pelaksanaan CAT. Pelaksanaan CAT digelar tiap hari mulai 20 hingga 29 September. Tiap hari ujian diikuti sekitar 200 orang yang dibagi menjadi tiga sesi. Dengan sistem CAT, nilai dapat langsung dimonitor masyarakat saat peserta mengerjakan tes.

Kepala BKPP Banyuwangi Nafiul Huda menambahkan, pelaksanaan tahun ini berbeda dengan pelaksanaan ujian CPNS sebelum pandemi Covid-19. Apabila sebelumnya BKPP menyediakan big screen agar keluarga peserta atau masyarakat umum bisa melihat langsung nilai CAT, kini akses melihat nilai dilakukan melalui live streaming youtube Official Kanreg II BKN https://youtu.be/qG9Pg7un1V4. “Untuk menghindari kerumunan, nilai ujian bisa langsung dilihat melalui live streaming,” kata Huda.

Selama pelaksanaan ujian peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker dan sarung tangan. Sebelum mengikuti ujian peserta juga wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 melalui swab PCR atau antigen, yang juga telah difasilitasi Pemkab Banyuwangi. “Peserta juga wajib membawa perlengkapan alat tulis sendiri,” kata Huda.

Huda menjelaskan tahun ini Pemkab Banyuwangi menerima formasi 156 CPNS, dan 157 PPPK Non Guru. Selain 1785 peserta yang mengikuti ujian di Banyuwangi, juga terdapat 108 peserta yang terdiri dari 100 CPNS dan 8 PPPK Non Guru mengikuti ujian di luar Banyuwangi. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar