Pendidikan & Kesehatan

Selama PPKM di Madiun, Jumlah Pelanggar Protokol Kesehatan Turun Drastis

Madiun (beritajatim.com) – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan. Buktinya, pelanggar operasi yustisi semakin menurun dari PPKM pertama hingga ketiga.

‘’Adanya PPKM ini memang meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan. Dari gelaran ops yustisi yang kita gelar selama masa PPKM, tercatat adanya penurunan pelanggar,’’ kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun Sunardi Nurcahyono, Kamis (18/2/2021).

Setidaknya ada sebanyak 1.571 pelanggaran baik perseorangan maupun pelaku usaha pada PPKM jilid pertama. Rinciannya, 1.091 teguran lisan, 118 teguran tertulis, 20 kerja sosial, dan 65 orang memilih denda administrasi sebesar Rp 50 ribu untuk perseorangan. Sedang, untuk pelanggaran pelaku usaha terdapat 138 teguran lisan, 1 penghentian sementara, 135 penyitaan identitas, dan 3 pelaku usaha yang terkena denda administrasi Rp 500 ribu.

Jumlah pelanggar tercatat menurun pada PPKM tahap dua. Seperti diketahui, PPKM kedua dimulai 26 Januari hingga 8 Februari. Pada rentang itu tercatat sebanyak 907 pelanggaran. Rinciannya, 577 teguran lisan, 87 teguran tertulis, 33 kerja sosial, 45 denda, dan 6 jaminan identitas untuk pelanggar perseorangan. Sedang, untuk pelanggar pelaku usaha tercatat 93 teguran lisan, 1 penghentian sementara, dan 65 penyitaan identitas.

‘’Kami juga tidak mendapati denda administrasi dan pencabutan izin pada untuk pelaku usaha pada PPKM tahap kedua ini,’’ jelasnya.

Penurunan berlanjut pada PPKM ketiga atau PPKM mikro. PPKM mikro dimulai 9 Februari lalu dan dijadwalkan hingga 22 Februari nanti. Jumlah pelanggaran hingga 16 Februari kemarin tercatat sebanyak 631 pelanggaran. Rinciannya, 455 teguran lisan, 66 teguran tertulis, 15 kerja sosial, 23 denda administrasi dan 2 jaminan identitas untuk pelanggar perseorangan. Sedang, untuk pelaku usaha tercatat 63 teguran lisan dan 7 penyitaan identitas.

“Kami berharap ketertiban masyarakat ini terus terjaga. Harapannya, pelanggar semakin berkurang hingga Kota Madiun terbebas dari PPKM dan pandemi segera berakhir,” tutupnya. [asg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar