Pendidikan & Kesehatan

Selama Pandemi, UB Jadi Kampus Terbanyak Pengajuan Hak Paten di Indonesia

Presiden RI Joko Widodo saat hadir secara virtual dalam Dies Natalis ke-58 Universitas Brawijaya.

Malang (beritajatim.com) – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan penghargaan pada Universitas Brawijaya, Malang sebagai perguruan tinggi terbanyak yang mengajukan hak paten selama masa pandemi Covid-19. Total 159 hak paten yang diajukan oleh inventor UB selama masa pandemi.

“Saya memperoleh laporan selama pandemi, total paten yang diajukan oleh para inventor UB. Tertinggi di Indonesia dalam kategori universitas,” kata Presiden RI Joko Widodo saat hadir secara virtual dalam Dies Natalis ke-58 Universitas Brawijaya, Selasa, (5/1/2021).

Jokowi mengapresiasi produktivitas dari inventor UB. Presiden pun menaruh harapan kepada perguruan tinggi untuk melanjutkan kerjasama antara kampus maupun industri dalam mengembangkan hasil riset dan teknologi yang mereka ciptakan.

“Saya berharap tidak berhenti pada jumlah paten dan harus dilanjutkan dengan jalinan kerja sama untuk memperkuat hasil riset dan inovasi itu melalui kolaborasi antara universitas dengan dunia industri untuk kemajuan bangsa,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Ketua Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UB Prof.Dr.Ir. Elok Zubaidah, M.P., mengatakan, total paten yang diajukan sebanyak 159 selama pandemi. Dibawah UB, ada ITB dan UM yang masing-masing mengajukan sebanyak 61 dan 52 paten selama Pandemi. Menurutnya, upaya untuk mendorong jumlah Paten di masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi sentra HKI UB. Karena, pihak HKI harus menjemput bola para inventor yang produknya sudah layak mendapatkan paten.

“Masa pandemi merupakan tantangan tersendiri bagi sentra HKI. Karena semua program yang sudah tersusun diantaranya sosialisasi, pelatihan drafting paten tidak bisa dilaksanakan secara langsung,Sehingga diperlukan strategi secara daring,” tutur Elok.

Direktur Utama Badan Inkubator Inovasi dan Wirausaha (BIIW) UB Dr. Setyono Yudo Tyasmoro, M.S., mengatakan penghargaan yang diterima kali ini merupakan prestasi yang dihasilkan selama masa pandemi.

“Di masa pandemi banyak perguruan tinggi yang patennya menurun namun UB justru produktif pendaftar Patent nya. Kami berharap dengan prestasi yang diraih kali ini bisa mendorong produktivitas temuan-temyan yang bisa dilegislasi,” tandas Setyono. [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar