Pendidikan & Kesehatan

Selain Covid-19, Wisnu Sakti Juga Ingatkan Soal DBD

Surabaya (beritajatim.com) – Pancaroba melanda Jawa Timur, bukan hanya penekanan penyebaran virus corona yang harus diantisipasi, namun juga antisipasi meningkatnya Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak dini.

Politisi PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus mantan Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengingatkan pentingnya untuk mewaspadai ancaman penyakit Demam Berdarah (DBD).

Apalagi di tengah wabah pandemi, banyak perhatian tercurahkan pada kasus Covid-19. “Memang perhatian sedang pada penanganan penderita dan menekan jumlah kematian. Namun, jangan terlena juga. Justru penanganan kondisi DBD itu lebih riskan,” katanya, Senin (19/7/2021).

“Meski belum terlihat kasus dan gejalanya. Tetap diwaspadai. Apalagi siklusnya (nyamuk DBD). Jangan sampai kecolongan,” imbuh politisi yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Lima daerah yang terpantau dengan penderita demam berdarah denguetinggi yakni Kabupaten Malang, Jember, Pacitan, Trenggalek dan Kediri. Di wilayah setempat selama Januari-22 Juni 2020 mencapai 5.733 kasus. Dilaporkan 52 orang meninggal dunia. Data tersebut didapat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi Jawa Timur.

Bahkan di tahun 2020, angka penderita DBD di NTT mencatat jumlah kematian tertinggi dibandingkan dengan penderita Covid-19. Meski kondisi saat ini, banyak warga yang berada di dalam rumah maupun Work From Home (WFH), perhatian terhadap kebersihan lingkungan dikatakan WS (sapaan Whisnu Sakti Buana) harus tetap terjaga.

“Untuk daerah-daerah seperti Surabaya, atau daerah lain yang ada Bu Mantik. Jangan sampai terlena. Karena kondisi awal gejalanya hampir sama. Meski tidak menyerang pada paru-paru maupun pernafasan,” ujar WS. [way/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar