Pendidikan & Kesehatan

Selain Covid-19, Di Ponorogo Juga Perangi Penyakit Ini

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ponorogo Edi Kusnanto (dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Meski di masa pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sebab, cuaca di bumi reyog yang tidak menentu, di sejumlah wilayah masih diguyur hujan. Dimana itu bisa berpotensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Konsentrasi Dinkes tidak terpecah, kami sama-sama memerangi Covid-19 dan penyakit DBD ini,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Ponorogo Edi Kusnanto, Kamis (7/5/2020).

Oleh karena itu, pihaknya mendorong Puskesmas-puskesmas di Ponorogo untuk menggerakkan PSN hingga ke desa-desa. Selain itu menyiagakan satu rumah satu pemantau jentik atau jumantik.

Kemudian masyarakat juga tidak boleh bergantung dengan fogging atau pengasapan. Edi menyebut bahwa mainset masyarakat harus diubah. Jangan sampai setiap ada penderita DBD langsung di fogging. “Cara efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah PSN yang baik dan benar, sebenarnya,” katanya.

Data dari Dinkes Ponorogo tercatat ada 112 orang yang terjangkit DBD hingga hari Selasa (5/5/2020) lalu. Jumlah tersebut menyebar di berbagai kecamatan. Yang terbanyak di kecamatan Bungkal, dengan kasus DBD sebanyan 23. Urutan kedua di kecamatan Bungkal dengan 11 kasus. Dan sisanya merata di berbagai kecamatan.

“Meski jumlah kasusnya ratusan, angkanya jusru turun jika dibandingkan padaa saat Ponorogo berstatua KLB DBD beberapa waktu yang lalu,” katanya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar