Pendidikan & Kesehatan

Sekolah Surabaya-Sidoarjo Mulai Simulasi Skema AKM

Surabaya (beritajatim.com) – AKM (Asesment Kompetensi Minimal) yang menjadi salah satu instrumen dari skema baru penilaian kelulusan sekolah, yang disebut Asesmen Nasional (AN). AN ini merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menggantikan ujian nasional (UN).

Dalam AN nantinya ada tiga instrumen yang telah ditentukan untuk pemetaan pendidikan di Indonesia. Yakni Asesment Kompetensi Minimal (AKM), Survey Karakter, dan Survey Lingkungan Belajar.

Terkait hal itu, Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Surabaya-Sidoarjo, Lutfi Isa Anshori menuturkan pelaksanaan AN atau AKM mulai diterapkan di tahun ini. Setiap sekolah akan mewakilkan 40 siswanya yang sebelumnya telah dipilih secara acak oleh Kemdikbud melalui Dapodik (Data Pokok Peserta Didik).

“Untuk AKM-SK (kami menyebutnya) akan diikuti kelas 11 untuk SMA/SMK dan MA) sedangkan kelas 12nya nanti akan mengikuti Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS),” ujar Lutfi Senin (11/1/2021).

Karena ini merupakan tahun pertama AKM, maka pihaknya berinisiatif menggelar latihan bareng untuk pengenalan sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali di bulan Desember, dengan jumlah siswa secara terbatas. “Karena (merupakan) sesuatu yang baru, jadi kita buat ujicoba di masing-masing sekolah sebanyak 5 siswa,” jabarnya.

Dikatakan Lutfi, pelaksanaan AKM-SK sendiri bertujuan untuk memotret kondisi sekolah. Dengan kata lain, dari hasil ini akan diketahui proses pembelajaran di sekolah, dan kenyamanan belajar siswa melalui skore AKM yang didapat. Kegiatan ini, imbuh Lutfi juga sebagai dasar pemetaan pendidikan.

“Untuk soal-soalnya nanti, bentuknya sepetti soal-soal cerita yang meliputi aspek nalar, numerik, literasi. Modelnya seperti UN berbasis online. Bedanya, kalau UN untuk semua siswa. Tapi ini hanya 40 siswa,” katanya.

Lebih lanjut, Lutfi juga mengingatkan agar sekolah menyiapkan secara matang untuk pelaksanaan AKM. Sebab, hasil skore AKM akan menyangkut pada rangking dan indeks sekolah.

“Karena dipilih secara acak lewat dapodik sekolah tidak tahu mana siswanya yang akan mengikuti AKM. Apakah dia yang mampu secara akademik atau dibawah rata-rata akademik. Jadi memang harus dimatangkan persiapannya, sekolah harus mencari info modelnya (AKM) gimana dan menggelar Try out. Karena ujicoba akan dilaksanakan sekitar April atau Mei,” pungkasnya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar