Pendidikan & Kesehatan

Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan PPDB, Termasuk Jual Seragam

Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ‘mewarning’ sekolah-sekolah di bawah naungannya untuk tidak melakukan pungutan saat masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB).

“Biaya pelaksanaan PPDB itu diambilkan dari dana BOS. Tidak boleh dibebankan pada calon peserta didik baru,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Moh. Iksan, Jumat (11/06/2021).

Ia menerangkan, apabila ada sekolah yang memungut uang pendaftaran dalam pelaksanaan PPDB, maka ia mempersilahkan untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan. Sedangkan pungutan berkedok pembelian seragam, Iksan juga bersikukuh bahwa sekolah tidak diijinkan menjual seragam.

“Sekolah tidak boleh menjual seragam. Yang diijinkan itu koperasi. Tetapi itu sifatnya hanya menyediakan. Tidak boleh memaksa harus membeli. Jadi siswa kalau mau membeli seragam di koperasi sekolah boleh, tidak juga tidak apa-apa,” paparnya.

Iksan menerangkan, untuk teknis pelaksanaan PPDB, tetap dilakukan secara online, mengingat saat ini masih masa pandemi. “Teknisnya diserahkan ke masing-masing sekolah. Yang jelas PPDB ini online,” tandasnya.

Ia menambahkan, untuk PPDB tahun ini masih tetap menggunakan zonasi. “Prosentase terbesarnya tetap zonasi. Baru kemudian afirmasi dan prestasi,” pungkasnya. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar