Pendidikan & Kesehatan

Sekolah Curang, Seluruh Siswa Tak Boleh Ikut SNMPTN 2020

Jember (beritajatim.com) – Kepala Humas dan Protokoler Universitas Jember Agung Purwanto mengingatkan agar sekolah tidak melakukan kecurangan dalam melakukan pengisian data nilai rapor dalam Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

PDSS adalah data awal agar siswa dapat melakukan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. “Kecurangan yang dilakukan pasti akan ketahuan karena di akhir nanti akan dilakukan verifikasi data,” kata Agung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Unej.

Menurut Agung, jika ada kesalahan data atau tidak sesuai, maka akan muncul tanda merah pada sistem. “Apabila itu dilakukan secara sengaja oleh sekolah, maka akan mendapatkan sanksi yang tegas. Salah satunya seluruh siswanya tidak dapat mengikuti SNMPTN tahun 2020,” katanya.

Unej telah melakukan sosialisasi soal SNMPTN kepada para kepala sekolah dan guru bimbingan konseling SMA sederajat di Kabupten Bondowoso, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi. “Khusus untuk banyuwangi kami bagi menjadi dua, Banyuwangi timur dan barat,” katanya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar